Ambon, TM – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (Pemkab MBD) terus mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal, salah satunya komoditas sopi yang selama ini diproduksi secara tradisional oleh masyarakat di wilayah bertajuk Kalwedo.
Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten MBD dan telah memiliki pengalaman dalam pengolahan minuman beralkohol berbasis kearifan lokal.
Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, mengatakan pertemuan dengan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, berlangsung strategis karena membahas peluang kerja sama lintas daerah yang memiliki kedekatan geografis, sosial, dan budaya.

“Kami berkesempatan bertatap muka langsung dengan Pak Gubernur NTT. Pertemuan ini sangat penting karena membicarakan peluang kerja sama antar daerah yang saling berbatasan serta memiliki karakter dan budaya yang hampir mirip,” ujar Bupati Noach, didampingi Ketua Forum Pemuda Kisar di NTT, Yeri Frans, di Pendopo Gubernur NTT, belum lama ini.
Menurut Noach, terdapat sejumlah potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang dapat dikembangkan bersama, salah satunya pengembangan komoditas sopi yang selama ini diproduksi masyarakat MBD.

“Kami ingin berkolaborasi dengan Pemprov NTT yang telah mengembangkan bahan baku sopi menjadi Sophia, minuman beralkohol yang diproduksi sesuai standar. Sumber bahan bakunya dapat disuplai dari MBD,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat membuka peluang bagi para pengrajin sopi di MBD untuk mendistribusikan produknya ke NTT sesuai standar mutu yang dibutuhkan industri, sehingga memberi nilai tambah dan kepastian ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Noach juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT dan jajaran yang telah menerima serta merespons positif usulan kerja sama yang disampaikan.
“Pak Gubernur merespons dengan baik dan menyampaikan bahwa pembahasan teknis akan dilanjutkan pada tahun 2026. Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat MBD,” harapnya.
Sebagai informasi, Pemkab MBD saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah regulasi pendukung, termasuk Peraturan Daerah (Perda) terkait pengembangan sopi.
Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Ambon untuk melakukan standardisasi peralatan dan proses produksi sopi.(TM-03)
















