MASOHI, TM – Anggota DPRD Maluku dari Daerah Pemilihan Maluku Tengah, Alhidayat Wajo, menyoroti serius dugaan malpraktik medis yang terjadi di RSUD Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
Ia meminta manajemen rumah sakit segera berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan serta penanganan medis pasien.

Menurut Alhidayat, dugaan malpraktik di RSUD Masohi bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut keluhan masyarakat terkait pelayanan medis di rumah sakit tersebut telah berulang kali disampaikan, sehingga tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.
“RSUD Masohi harus segera berbenah. Dugaan malpraktik ini bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat. Jika terus berulang, tentu patut dicurigai dan harus dievaluasi secara menyeluruh,” ujar Alhidayat kepada Wartawan, di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (8/1).

Selain menyoroti dugaan malpraktik, Alhidayat juga meminta agar setiap keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan ditindaklanjuti secara cepat, serius, dan profesional.
Menurutnya, respons yang lambat justru dapat menimbulkan persepsi negatif dan menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit.
“Semua keluhan warga harus segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang baik. Ini penting agar masyarakat merasa terlayani, meskipun pada akhirnya dugaan malpraktik tersebut belum tentu terbukti,” katanya.
Alhidayat juga mempertanyakan kronologi medis pasien yang dinilai tidak dicantumkan secara utuh dalam catatan medis oleh dokter yang menangani.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pasien sempat menjalani tindakan pencabutan gigi pada 2 September. Namun, tiga hari kemudian pasien kembali mengeluhkan pendarahan yang keluar dari telinga.
“Kronologi lanjutan ini justru tidak dicantumkan secara jelas dalam catatan medis. Padahal, kondisi tersebut penting untuk menjelaskan rangkaian penanganan pasien,” ujar Alhidayat.
Ia menilai terputusnya pencatatan kronologi medis tersebut memicu pertanyaan dan kecurigaan di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendesak pihak RSUD Masohi untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
“Pasca pencabutan gigi, pasien kembali dengan keluhan darah keluar dari telinga. Namun, kronologi ini seolah terputus. Ini yang harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi,” tegasnya. (TM-02)
















