Ambon, TM — Seorang nelayan asal Desa Titawaai, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam saat melaut. Hingga Minggu (18/1/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian korban di sekitar perairan Desa Titawaai.
Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini diterima Comm Centre Basarnas Ambon pada Minggu pagi sekitar pukul 09.40 WIT dari Babinsa Desa Titawaai.
Dalam laporan tersebut, kata Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arafah, korban berangkat mencari ikan menggunakan jaring di pesisir Pantai Desa Titawaai sekitar pukul 04.00 WIT, namun hingga matahari terbit tidak kunjung kembali ke rumah.

“Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Ambon langsung mengerahkan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB)menuju lokasi kejadian pada pukul 09.59 WIT,” kata dia.
Tim SAR bergerak menuju titik koordinat 3°40’54.38″S – 128°45’35.87″E, dengan jarak tempuh sekitar 54 nautical mile dan heading 94 derajat arah Timur dari Dermaga BRIN Ambon.

“Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir perairan sejauh kurang lebih 10 nautical mile ke arah Utara dari lokasi awal kejadian,” kata Arafah.
Namun hingga sore hari, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda korban. Operasi pencarian pun dihentikan sementara dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari kedua, Senin (19/1/2026).
“Korban diketahui bernama Hena Watile Tomasoa (60). Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan kecepatan angin Barat Laut–Tenggara mencapai 17 knots serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter,” ungkap Arafah.
Dalam operasi pencarian ini, unsur yang terlibat terdiri dari 5 personel Basarnas Ambon, 1 personel Babinsa Titawaai, serta 10 warga setempat. Sementara alut dan palsar yang digunakan meliputi 1 unit RBB, 4 unit longboat masyarakat, serta 2 set alat selam.(TM-02)















