Ambon, TM – Kebocoran pipa minyak milik PT KRZ (Kalrez) Petroleum terjadi di belakang Kampung Densel, Senin malam (19/1/2026), sekitar pukul 20.20 WIT.
Wahab Rumakat Kabid pencegahan, Dinas pemadam Kebakaran Seram bagian Timur, mengungkapkan kepada timesmaluku.com, insiden tersebut memicu semburan gas, minyak, dan air yang disertai bau menyengat, bunyi keras, serta asap, sehingga meresahkan warga di sekitar lokasi sumur.
Wahab mengatakan, sumber kebocoran berasal dari sumur (well) 28 S 6. Kebocoran diduga terjadi akibat kondisi pipa aliran (line pipe) yang telah berkarat, sehingga tidak mampu menahan tekanan fluida dari sumur. Lokasi semburan berada di sekitar sumur (well) 36 D 6.

“Akibat kebocoran tersebut, masyarakat yang bermukim di sekitar area sumur merasakan bau gas yang cukup menyengat, disertai suara semburan yang terus terdengar dari lokasi kejadian,” ungkap Wahab.
Kondisi ini, kata dia, menimbulkan kekhawatiran warga terhadap potensi bahaya, terutama risiko kebakaran dan gangguan kesehatan.

Pantauan terakhir, kata dia, menunjukkan tekanan pada pressure gauge mengalami penurunan signifikan. Tekanan yang sebelumnya berada di angka 200 psi pada pukul 20.20 WIT, turun menjadi sekitar 150 psi setelah kebocoran terjadi.
“Presure bau gas turun di titik nol baru terbentuk bisa di Perbaiki sementara berada pada 148. Posisi sebelumnya ada di 200,” tandas Wahab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT KRZ (Kalrez) Petroleum terkait langkah penanganan kebocoran, pengamanan lokasi, maupun dampak lingkungan yang ditimbulkan. Warga berharap perusahaan segera melakukan penanganan serius dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasi.(TM-02)















