Bula, TM – Jaringan kabel listrik yang dibangun PT PLN Persero untuk melayani sejumlah desa di Pulau Kesui akses menuju Barat sudah berusia puluhan tahun alias uzur. Akibatnya, tidak lagi mampu menahan cuaca ekstrem.
Jika angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah itu, bertanda listrik jalur barat bakal padam. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan dari tahun ke tahun belum ada perbaikan.
Selain termakan usia, sebagian tiang sudah miring dan hampir roboh dan dapat menutup akses jalan menuju arah barat dan sebaliknya.

Idi, salah satu warga setempat meminta, PT PLN Persero segera mengambil langkah cepat mengganti kabel dan tiang yang hampir roboh. Apalagi titik-titik yang dimaksud berada persis di badan jalan.
“Ada beberapa titik atau gawang itu sudah miring sekali hampir roboh. Kalau ini dibiarkan takutnya jatuh dan mencelakai pengguna jalan,”ujar dia belum lama ini.

Idi mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir listrik di wilayah mereka sering padam karena cuaca buruk. Apalagi, kabel yang sekarang dipakai pada jalur ini adalah kabel model dulu yakni kabel udara tanpa pembungkus.
Ia khawatir dengan kondisi ini, karena saat ini listrik Kesui sudah 24 jam. Jika langkah perbaikan tidak dilakukan sewaktu-waktu dapat menyebabkan korban jiwa.
“Kabel ini kan tanpa pembungkus beda dengan kabel sekarang yang sudah ada pembungkus. Itu yang kita khawatir, apalagi yang mau jatuh dan yang jalurnya berada di pohon pala dan cengkeh, sangat membahayakan,”katanya.
Selain kabel yang sudah tidak layak, sebagian tiang yang menopang kabel di jalur ini juga telah rusak. Ia mengaku, pernah terjadi pemadaman hingga beberapa pekan akibat salah satu tiang yang dipasangi gardu putus dibagian kepala.
Hal ini menyebabkan gardu tersebut hampir jatuh di pemukiman warga desa Wunin Eldedora.
“Kami berharap manajemen PT PLN Persero bisa melihat kondisi ini. Jangan tiang-tiang roboh, kabel jatuh baru bertindak. Kalau bisa tahun ini (2026) jaringan listrik menuju Kesui Barat sudah bisa direhab,”harapnya. (TM-04)
















