Langgur, TM – Genap satu tahun Muhamad Thaher Hanubun dan Charlos Viali Rahantoknam memimpin Kabupaten Maluku Tenggara, sebagai Bupati dan Wakil Bupati, pasca dilantik pada 20 Februari 2025.
Sebagai prioritas pembangunan keduanya, di tahun pertama dengan menguatkan stabilisasi ekonomi, penguatan tata kelola, serta sejumlah capaian sosial.
“Tahun pertama adalah periode konsolidasi dan peletakan fondasi. Kami bekerja dalam ruang fiskal yang terbatas, tetapi arah pembangunan sudah jelas dan terukur. Tantangan struktural wilayah kepulauan dan keterbatasan menjadi ujian nyata untuk akselerasi di tahun kedua,” ungkap Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun dalam capaian setahun Kepimpinan yang diterima media ini, Jumat (20/2/2026) malam.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mencatat inflasi 2025 berada di angka 3,93 persen, meningkat dibanding 0,16 persen pada 2024. Kenaikan ini dinilai sebagai indikator meningkatnya aktivitas ekonomi setelah fase perlambatan.
Bupati menyampaikan, realisasi investasi tumbuh 18,81 persen. Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp1,84 miliar, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp60,3 miliar.
“Investasi membuka lapangan kerja dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal, ini yang terus kami dorong”ungkapnya.
Untuk menjaga daya beli, kata Bupati, pemerintah menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah pada momen hari besar keagamaan.
Sebagai wilayah kepulauan, lanjut Bupati, sektor perikanan menjadi prioritas. Bantuan sarana tangkap diberikan kepada tujuh kelompok nelayan, sementara 15 kelompok budidaya rumput laut menerima dukungan fasilitas produksi.
“Kerja sama investasi pengolahan rumput laut dengan mitra luar negeri mulai direalisasikan,”ujar Bupati.
Sementara di sektor pertanian, distribusi pupuk subsidi lebih dari 100 ton serta pengembangan 915 hektare lahan pangan dan hortikultura dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, kemandirian pangan adalah strategi jangka panjang. Daerah kepulauan tidak boleh tergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar.
Untuk angka stunting turun dari 15,68 persen pada 2024 menjadi 12,43 persen pada 2025. Capaian ini didukung penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif di tingkat desa.
Cakupan Universal Health Coverage (UHC) dipertahankan di atas 98 persen. Selain itu, capaian lainya di bidang kesehatan dengan telah operasinya Rumah Sakit Pratama di Pulau Kei Besar pada November 2025 untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan.
“Penurunan stunting ini hasil kerja kolektif. Kami tidak akan berhenti sampai angkanya turun signifikan dan berkelanjutan,”cetusnya.
Untuk angka kemiskinan turun dari 21,22 persen menjadi 21,16 persen pada 2025. Penurunan 0,06 persen menunjukkan perbaikan, namun masih relatif tipis. Program bantuan sosial menjangkau ribuan keluarga penerima manfaat, termasuk Program Keluarga Harapan dan bantuan sembako.
“Bantuan sosial adalah instrumen perlindungan, bukan solusi permanen. Fokus kami ke depan adalah penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas,”ungkapnya.
Sebanyak 1.084 sambungan rumah air minum terealisasi di 10 ohoi, menjangkau lebih dari 4.000 jiwa. Listrik diperluas ke sejumlah wilayah kepulauan melalui sinergi dengan PLN.
Namun, pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) peruntukan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada 2025 membatasi ruang percepatan pembangunan.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk stagnan. Kami mengoptimalkan kolaborasi, efisiensi belanja, dan inovasi pembiayaan,” ujarnya
Maluku Tenggara mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut. Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) meningkat, sementara Survei Kepuasan Masyarakat berada pada kategori sangat baik.
Bupati jug menyampaikan bahwa penetapan RPJMD 2025–2029 dilakukan tepat waktu, menjadikan Maluku Tenggara salah satu daerah tercepat di Provinsi Maluku dalam penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah.
Setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Muhamad Thaher Hanubun dan Charlos Viali Rahantoknam juga memperlihatkan fondasi yang relatif stabil; ekonomi bergerak, stunting turun, tata kelola menguat. Namun, penurunan kemiskinan yang masih tipis serta keterbatasan fiskal menjadi pekerjaan rumah besar.
“Tahun kedua akan menjadi ujian sesungguhnya—apakah fondasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi percepatan kesejahteraan yang nyata hingga ke ohoi-ohoi terluar di Kepulauan Kei,” ujarnya.
“Tahun kedua adalah fase akselerasi. Target kami jelas, dampak pembangunan harus semakin terasa di setiap rumah tangga. Kami sadar ekspektasi masyarakat tinggi, sehingga kami betul-betul melakukan dengan baik, demi kemajuan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.













