AMBON, TM — Festival Katong Orang Basudara akan digelar di Kota Ambon pada 27–28 Februari 2026 sebagai upaya memperkuat semangat persaudaraan dan harmoni dalam keberagaman masyarakat Maluku.
Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman, Lestari dalam Budaya” dan menghadirkan dua agenda utama, yakni dialog budaya serta pentas seni lintas komunitas.
Pemerhati budaya Maluku, Marthen Pattileamonia, mengatakan dialog budaya akan dilaksanakan di Baileo Oikumene dengan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur strategis.
“Dialog budaya akan menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, kepolisian, Sinode Gereja Protestan Maluku, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku, serta para budayawan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Rabu (25/2/2026).
Menurut Marthen, forum tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi bersama untuk merawat nilai-nilai hidup orang basudara yang selama ini menjadi fondasi sosial masyarakat Maluku.
Sementara itu, pentas seni akan berlangsung di Taman Gong Perdamaian Dunia dengan menampilkan beragam pertunjukan dari komunitas budaya, lembaga keagamaan, musisi Maluku, hingga lembaga pendidikan.
“Pentas seni ini menjadi simbol kolaborasi lintas iman dan lintas generasi dalam menjaga warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Festival ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam skema Program Pemanfaatan Ruang Publik.
Marthen menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan seni, tetapi juga merupakan gerakan kultural untuk memperkuat toleransi dan memperkokoh budaya hidup orang basudara di tengah dinamika keberagaman.
“Festival ini menjadi ruang perjumpaan, ruang dialog, sekaligus ruang ekspresi budaya yang menyatukan kita semua dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa keberagaman merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Festival Katong Orang Basudara diharapkan menjadi momentum untuk memperteguh harmoni sosial sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur budaya Maluku bagi generasi mendatang. (TM-02)















