Bula, TM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri meminta semua kelompok bersatu dan saling mendukung dalam upayanya memajukan kabupaten yang dipimpinnya setara dengan daerah lain di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Fachri dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar pemerintah daerah di Kecamatan Pulau Gorom pada Minggu (8/3/2026).
Menurut bupati, daerah sulit berkembang dan maju jika kelompok-kelompok yang terbentuk lewat momentum Pemilihan kepala daerah (Pilkada) lalu tidak saling mendukung. Apalagi tidak mendukung berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah saat ini.
“Kalau mau SBT ini maju, katong (kita) punya perselisihan, katong punya perbedaan di musim politik itu musti katong rubah. Kalau katong masih bertahan dengan kelompok-kelompok yang kemarin nanti katong seng maju,”katanya.
Dalam pidato pertama di Kota Bula pasca dilantik Presiden Prabowo Subianto, Ia telah menyampaikan bahwa Fachri Husni Alkatiri dan Muhammad Thoha Rumarey Wattimena adalah bupati dan wakil bupati untuk semua masyarakat di daerahnya tanpa terkecuali.
Hal senada juga telah ia diimplementasikan dalam merumus komposisi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pemerintahannya yang terlihat warna warni. Hal ini untuk membuktikan bahwa sudah tidak ada dendam dalam kebijakannya.
“Sebagai bupati, jabatan ini adalah amanah untuk kita layani seluruh masyarakat Seram Bagian Timur tanpa kecuali. Saya ingin semua terlibat, bergandengan tangan, saling bahu-membahu, saling dukung mendukung supaya target saya kabupaten ini harus maju”ujarnya.
Bupati berharap, kelompok-kelompok yang terbentuk dari pilkada lalu dan bertahan sampai saat ini bisa mendukung setiap program yang dilaksanakan pemerintah daerah agar berjalan dengan baik.
Pihaknya juga tidak anti kritik namun, apa yang disampaikan harus berbasis data dan fakta. Hal ini bertujuan, agar OPD yang dikritisi bisa melakukan perbaikan di sektor yang dikeluhkan.
Ia mengakui, selama setahun pemerintahannya ada OPD nya yang belum maksimal. Oleh karena itu, dalam momen perayaan satu tahun pemerintahan Fachri-Vitho yang dilaksanakan beberapa lalu, ada satu sesi khusus yang disiapkan diberi label “open mic” untuk memberikan kesempatan kepada warga menyampaikan kritikannya di sektor-sektor yang dinilai belum maksimal tersebut.
“Sekarang dukung saya dan pak Vito dulu. Nanti menjelang tahun 2030 kita mau beda pendapat tidak apa-apa, katong bertarung lagi.Tapi sekarang kalau kita jaga perbedaan itu nanti terlambat maju. Kita musti berjalan cepat,”ujar bupati. (TM-04)
















