Bula, TM – Anggota DPR RI dapil Maluku, Saadiah Uluputty kritik PT Pelni karena lamban mencari solusi untuk mengisi rute yang ditinggalkan KM. Sabuk Nusantara (Sanus) 80 akibat kerusakan mesin.
Pasalnya, sejak setahun terakhir rute Ambon, Tehoru, Kilmury, Geser, Bula, Gorom, Kesui Teor dan sebaliknya yang dilayani kapal tersebut dibiarkan kosong tanpa armada pengganti.
Dihadapan Direktur PT Pelni Tri Andayani dan jajarannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama kementerian dan lembaga terkait, Saadiah meminta PT Pelni memberikan perhatian serius untuk mengatasi kekosongan di rute ini. Apalagi saat ini warga sangat membutuhkan moda transportasi menjelang mudik lebaran.
“Katanya rusak mesin tapi PT Pelni tidak memberikan solusi mencari armada pengganti di trayek tersebut,”kata Saadiah mengutip aspirasi warga dalam rapat tersebut pada Rabu, (11/3/2026)
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengaku, dari informasi yang diterima, di hari biasa saja rute Ambon Tehoru hingga Teor ini sangat padat penumpang.
Selain itu, warga Tehoru (Maluku Tengah), dan Kilmury (Seram Bagian Timur) hanya berharap kapal perintis yang melayani di rute ini karena menjadi satu-satunya akses transportasi bagi mereka.
Oleh karena itu anggota komisi V DPR RI ini meminta, langkah cepat pemerintah mencari armada pengganti KM Sabuk Nusantara 80 agar layanan transportasi bagi warga Maluku khususnya di wilayah kepulauan bisa segera teratasi.
“Trayeknya cukup padat, Saya minta agar ada solusi karena menyangkut juga dengan kebutuhan warga akan moda transportasi laut yang tinggi,”ujarnya.
Usai rapat tersebut, kata Saadiah, direktur PT Pelni bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan langsung menemuinya dan menyampaikan akan mengambil langkah cepat mengisi kekosongan di rute ini.
“Upaya cepat yang akan mereka lakukan untuk mengganti Kapal sabuk 80 dengan sabuk lainnya yang masih menuju banda neira,”jelas dia.
Ia berharap, setiap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti pemerintah agar perbaikan terutama di sektor-sektor yang menjadi kebutuhan utama masyarakat seperti tranportasi bisa dibenahi.
“Mudah mudahan setiap aspirasi dan perjuangan menjadi catatan nilai kebaikan dan perbaikan sistem transportasi yang lebih baik,”harap dia. (TM-04).
















