AMBON, TM – Pemerintah Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, masih menunggu keputusan pihak Yayasan Advent terkait rencana pembangunan pagar sekolah yang dikeluhkan warga karena berpotensi memperparah banjir.
Sekretaris Negeri Hative Besar, Kelvin Piris, mengatakan Pemerintah Negeri telah menindaklanjuti laporan warga dengan turun langsung ke lokasi dan melakukan koordinasi awal.
“Jadi kemarin itu kami Pemerintah Negeri bersama badan saniri sudah turun ke lokasi terkait laporan tersebut,” ujar Kelvin saat dikonfirmasi, via telepon seluler, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Namun, belum ada keputusan yang bisa diambil karena kewenangan berada di pihak yayasan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah, tetapi mereka tidak bisa mengambil keputusan karena ketua yayasan tidak berada di tempat,” katanya.
Kelvin menjelaskan, salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan drainase terlebih dahulu sebelum pembangunan pagar dilakukan, guna mengantisipasi potensi banjir di kawasan tersebut.
Namun, rencana pembangunan drainase itu masih dalam tahap pembahasan karena lokasinya berada di dalam area milik yayasan.
“Untuk drainase ini, kami masih berkoordinasi karena lokasinya masuk di area yayasan. Jadi harus ada persetujuan dari pihak yayasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan drainase direncanakan akan disambungkan dengan saluran air yang sudah ada di lingkungan sekolah, sehingga aliran air dapat tertata dengan baik dan tidak menggenangi permukiman warga.
“Solusinya, drainase itu nantinya disambung dengan saluran milik sekolah supaya aliran air lancar,” katanya.
Kelvin menegaskan, pemerintah negeri tetap berupaya mencari solusi terbaik atas keluhan warga, khususnya terkait potensi dampak banjir akibat pembangunan pagar tersebut.
“Prinsipnya kami menindaklanjuti keluhan warga dan masih menunggu kehadiran ketua yayasan untuk mengambil keputusan bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Dusun Kamiri Gunung mengeluhkan pembangunan pagar di lingkungan sekolah yang dinilai berpotensi menghambat aliran air dan memperparah banjir saat hujan deras. (TM-02)
















