Timesmalukucom
No Result
View All Result
Selasa, Maret 31, 2026
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subscribe
Timesmaluku.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
No Result
View All Result
Timesmaluku.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
Home Daerah

Akademisi Unpatti: Ambon Masih Hadapi Tantangan Bangun Ekosistem Musik Berkelanjutan

Redaksi TM by Redaksi TM
Maret 31, 2026
in Daerah
akademisi perencanaan wilayah dan kota dari Universitas Pattimura, Kreisson Pisty Larwuy

akademisi perencanaan wilayah dan kota dari Universitas Pattimura, Kreisson Pisty Larwuy

 

Baca Juga :

Ketua DPRD Maluku Minta Warga tak Panik, Soal Antrian BBM di SPBU Ambon

Benhur Watubun Soroti Bentrokan Pemuda di Maluku Tenggara: Tanda Melemahnya Nilai Persaudaraan Masyarakat Kei

Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun Desak Aparat Bertindak Tegas Usai Bentrokan Pemuda di Maluku Tenggara

AMBON, TM — Lima tahun setelah ditetapkan sebagai Kota Musik oleh UNESCO Creative Cities Network, Ambon masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun ekosistem musik yang berkelanjutan.

Predikat internasional tersebut diakui menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, akademisi perencanaan wilayah dan kota dari Universitas Pattimura, Kreisson Pisty Larwuy, menilai pengakuan itu belum sepenuhnya diikuti dengan penguatan sistem yang menopang identitas Ambon sebagai Kota Musik.

“Pengakuan ini bukan garis finis, melainkan titik awal. Persoalannya, fondasi ekosistemnya belum sepenuhnya terbentuk,” ujar Larwuy, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).

Menurut Larwuy, identitas Ambon sebagai Kota Musik selama ini lebih banyak ditampilkan melalui simbol visual seperti mural, papan nama, dan penyelenggaraan acara.

Padahal, dalam perspektif perencanaan kota, identitas seharusnya tercermin dalam sistem yang lebih mendalam, termasuk kebijakan, infrastruktur, dan tata ruang.

“Tanpa itu, identitas hanya bersifat sementara dan mudah memudar,” katanya.

Ia juga menyoroti belum tersambungnya jalur pendidikan musik di Ambon. Meski perguruan tinggi telah memiliki program studi musik, akses pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah masih terbatas.

Ketiadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) musik atau konservatori dinilai membuat talenta muda kehilangan jalur pengembangan yang jelas.

Ambon dikenal memiliki keragaman musik, mulai dari tradisional hingga kontemporer. Namun, menurut Larwuy, kekayaan tersebut belum sepenuhnya terepresentasi dalam wajah kota.

“Yang tampil masih sebagian kecil, padahal kekayaan musik Ambon jauh lebih luas,” ujarnya.

Dalam dokumen perencanaan seperti RTRW dan RDTR, identitas Kota Musik disebut belum diterjemahkan secara konkret. Hingga kini, belum ada penetapan kawasan kreatif musik maupun standar ruang publik berbasis akustik.

“Kebijakan adalah fondasi. Tanpa itu, identitas hanya bergantung pada program jangka pendek,” kata dia.

Larwuy juga menilai akses ruang bagi komunitas musik masih terbatas. Fasilitas yang ada lebih sering digunakan untuk acara besar, sementara ruang ekspresi harian yang inklusif masih minim.

Selain itu, ekosistem komunitas dinilai belum seimbang. Beberapa genre seperti pop, hip-hop, dan jazz lebih dominan, sementara genre lain belum memiliki ruang berkembang yang memadai.

Ia menambahkan, identitas Kota Musik belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Identitas tersebut masih terbatas pada ruang dan momen tertentu, belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Untuk mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik yang berkelanjutan, diperlukan langkah konkret seperti pembangunan pendidikan musik berjenjang, penyediaan ruang publik yang inklusif, serta kebijakan tata ruang yang mendukung.

“Ambon sudah punya modal budaya yang kuat. Tantangannya sekarang adalah membangun ekosistemnya,” ujar Larwuy.

Ia menegaskan, makna sejati dari predikat Kota Musik tidak terletak pada gelar semata, melainkan pada upaya nyata dalam membangun sistem yang mendukung keberlanjutan musik di kota tersebut. (TM-02)

Tags: Ambon Kota MusikKreisson Pisty LarwuyUNESCO Creative Cities Networkuniversitas pattimura
Previous Post

Benhur Watubun Soroti Bentrokan Pemuda di Maluku Tenggara: Tanda Melemahnya Nilai Persaudaraan Masyarakat Kei

Next Post

Kasus Korupsi PT Bipolo Giding Rp3,7 Miliar Terus Diusut, Kejati Maluku Tunggu Audit BPK

Berita Terkait

Ketua DPRD Maluku

Ketua DPRD Maluku Minta Warga tak Panik, Soal Antrian BBM di SPBU Ambon

by Redaksi TM
Maret 31, 2026
0

AMBON, TM — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Ambon dalam dua hari terakhir memicu kekhawatiran masyarakat terkait isu...

Ketua DPRD Maluku

Benhur Watubun Soroti Bentrokan Pemuda di Maluku Tenggara: Tanda Melemahnya Nilai Persaudaraan Masyarakat Kei

by Redaksi TM
Maret 30, 2026
0

AMBON, TM — Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengajak masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara untuk kembali mengedepankan nilai-nilai persaudaraan...

bentrokan malra

Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun Desak Aparat Bertindak Tegas Usai Bentrokan Pemuda di Maluku Tenggara

by Redaksi TM
Maret 30, 2026
0

AMBON, TM — Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun mendesak aparat keamanan bertindak tegas dan profesional dalam menangani bentrokan...

Next Post

Kasus Korupsi PT Bipolo Giding Rp3,7 Miliar Terus Diusut, Kejati Maluku Tunggu Audit BPK

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kantor Bank Maluku-Maluku Utara

SPPD Direksi Bank Maluku tak Wajar, Juga Fiktif, RUMMI Desak Polda Maluku Selidiki Kasusnya

April 10, 2025
Gafur Retob

Diingatkan Jangan Main Pindahkan Pedagang, LBH Muhammadiyah: Pemkot Ambon Siapkan Dulu Alternatifnya

April 15, 2025
Saleh Souwakil, Pengurus IMM Maluku

Kejaksaan Tinggi Diminta Usut Proyek Renovasi Rumah Jabatan Gubernur Maluku

Maret 9, 2025
Dialog Pemuda Muhammadiyah Maluku

Krisis Sampah di Ambon Makin Parah, Ketua KNPI Maluku:Cocok Dijuluki Ambon Badaki

April 12, 2025
LBH Fakultas Hukum Unpatti Raih Akreditasi B, Perkuat Komitmen Layanan Hukum Berkualitas

LBH Fakultas Hukum Unpatti Raih Akreditasi B, Perkuat Komitmen Layanan Hukum Berkualitas

0
Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar, Angkat Isu Perikanan dan Bahasa Inggris

Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar, Angkat Isu Perikanan dan Bahasa Inggris

0
Freddy Leiwakabessy, Rektor Unpatti

59 Peserta Ikuti Diklatsar Menwa Universitas Pattimura di Rindam XV Pattimura

0
Unpatti Gelar Seminar Eksplorasi Minyak dan Gas di Maluku

Unpatti Gelar Seminar Eksplorasi Minyak dan Gas di Maluku

0
Rapat paripurna DPRD Maluku soal LKPJ Gubernur Maluku.

DPRD Maluku Terima LKPJ Gubernur 2025, Ekonomi Tumbuh 5,44 Persen Tapi Pengangguran Jadi Sorotan

Maret 31, 2026
Rektorat Unpatti

Dies Natalis ke-63 Dimulai! Unpatti Nyalakan Obor dari Gong Perdamaian Dunia Menuju Kampus Poka

Maret 31, 2026
Wagub Maluku, bersama pimpinan DPRD Maluku.

Ekonomi Maluku Tumbuh 5,44 Persen, Tapi Pengangguran Justru Naik! Wagub Abdullah Vanath Buka Fakta di DPRD

Maret 31, 2026
Ketua DPRD Maluku

Ketua DPRD Maluku Minta Warga tak Panik, Soal Antrian BBM di SPBU Ambon

Maret 31, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2024 Akurat, Terpercaya dan Berimbang

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

© 2024 Akurat, Terpercaya dan Berimbang