AMBON, TM — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Ambon dalam dua hari terakhir memicu kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, penjualan BBM eceran di pinggir jalan hampir tidak ditemukan.
Situasi ini mendapat perhatian Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun. Ia menilai dinamika global, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah, turut memberi pengaruh terhadap kondisi energi di daerah.
Menurut Watubun, ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dunia, yang pada akhirnya dapat berdampak hingga ke wilayah Maluku.
“Kalau konflik ini berlanjut, dampaknya pasti lebih besar dan bisa dirasakan sampai ke daerah-daerah, termasuk Maluku,” kata Watubun di Ambon, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kawasan Timur Tengah merupakan salah satu sumber utama produksi minyak dunia. Karena itu, ketidakstabilan politik di kawasan tersebut bisa berdampak pada distribusi dan ketersediaan BBM secara global.

“Kita ini tidak berdiri sendiri. Apa yang terjadi di luar negeri pasti berpengaruh pada daerah. Karena itu masyarakat harus mulai menyadari pentingnya penghematan energi,” ujarnya.
Watubun mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan BBM secara berlebihan dan mulai mengatur pola konsumsi energi secara bijak.
“Jangan boros. Gunakan BBM sesuai kebutuhan saja, jangan sampai kita ikut memperparah kondisi dengan perilaku konsumtif,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
“Tanamlah apa yang bisa kita makan dan minum. Itu bagian dari upaya kita bertahan di tengah situasi seperti ini,” katanya.
Dalam konteks efisiensi energi, Watubun juga menilai pemerintah dapat mempertimbangkan langkah strategis seperti penerapan work from home (WFH) untuk menekan mobilitas masyarakat.
“Kalau mobilitas bisa dikurangi, otomatis konsumsi BBM juga ikut ditekan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerakan penghematan energi harus dimulai dari pemerintah dan DPRD sebagai contoh bagi masyarakat.
“Pemerintah dan DPRD harus menjadi teladan. Kalau kita disiplin, masyarakat pasti ikut,” tandasnya.
Meski antrean kendaraan mulai terlihat di sejumlah SPBU, Watubun mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
“Tidak perlu panik. Yang penting kita bijak menggunakan BBM dan bersama menjaga stabilitas,” pungkasnya.(TM-02)
















