MBD, TM — Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mencatatkan capaian penting dalam reformasi birokrasi dengan menjadi daerah pertama di Provinsi Maluku yang memperoleh persetujuan untuk menerapkan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Capaian tersebut terungkap dalam Webinar Sosialisasi Fitur Progres E-Kinerja Harian yang digelar pada Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kantor Regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar, Nanang Subandi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz.
Dalam kesempatan itu, Nanang Subandi memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Kabupaten MBD dalam mengimplementasikan sistem manajemen talenta bagi ASN.
Menurutnya, dari puluhan instansi di wilayah kerja BKN Makassar, hanya beberapa daerah yang berhasil menuntaskan tahapan penerapan sistem tersebut.
“Ini capaian yang luar biasa. MBD dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan ASN berbasis kinerja,” ujar Nanang.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam pengelolaan kepegawaian modern, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi MyASN dan E-Kinerja Harian.
Dengan sistem tersebut, kinerja ASN diharapkan dapat terukur secara lebih jelas, transparan, serta akuntabel.
“Kerjakan apa yang ditulis dan tulis apa yang dikerjakan, sehingga kinerja dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain itu, ASN juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi melalui penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP) serta pemenuhan pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun.
Sementara itu, Sekretaris Daerah MBD, Eduard J. S. Davidz, menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN merupakan bagian dari visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kinerja ASN harus terus ditingkatkan melalui penguatan kompetensi dan profesionalitas, serta mampu beradaptasi dengan perubahan untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” kata Davidz.
Ia juga meminta seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten MBD untuk disiplin memanfaatkan fitur E-Kinerja Harian sebagai instrumen pengawasan dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta serta digitalisasi sistem kinerja menjadi langkah strategis dalam mewujudkan birokrasi modern yang adaptif dan berorientasi pada hasil.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten MBD masih perlu menindaklanjuti sejumlah hal, seperti pembaruan data profil talenta ASN, optimalisasi penyusunan kinerja harian, serta penguatan implementasi manajemen talenta secara menyeluruh.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjadikan MBD sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan ASN berbasis kinerja di Indonesia.(TM-03)
















