Dobo, TM – Pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari selama sebulan terakhir di seluruh wilayah Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, menuai protes keras dari aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat.
Jumat (17/4/2026), listrik kembali padam berjam-jam, melumpuhkan aktivitas perkantoran dan sebagian kegiatan ekonomi.
Sejumlah wilayah terdampak antara lain kawasan pasar, kawasan Tugu Cenderawasih, kantor bupati, Sipur, Dusun Marbali, dan wilayah lain di ibu kota Dobo. Pemadaman total menyebabkan aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga pelayanan umum tidak berjalan normal.
Di beberapa fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah, operasional terpaksa dijalankan dengan genset sebagai sumber listrik alternatif agar pelayanan tetap berlangsung.
Warga Keluhkan Tak Ada Pemberitahuan
Warga mengeluhkan pemadaman listrik terjadi tanpa pemberitahuan resmi dari PT PLN (Persero) ULP Dobo. Kondisi ini memicu kekecewaan karena masyarakat tidak memiliki waktu untuk mengantisipasi dampak pemadaman.

Ibu Irma, salah satu pelaku usaha kecil di kawasan bandara, menilai PLN seharusnya memberikan informasi lebih awal sebelum memadamkan listrik.
“Jangan memadamkan listrik tanpa alasan yang jelas. Apalagi saat ini anak-anak SMA/SMK sedang menjalani ujian sekolah di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain mengganggu aktivitas warga, kondisi ini juga bisa merusak peralatan rumah tangga dan merugikan pelaku usaha kecil maupun besar.
ASN Terpaksa Hentikan Pelayanan
Keluhan serupa disampaikan oleh ASN yang bertugas di perkantoran. Mereka terpaksa menghentikan aktivitas pelayanan publik sambil menunggu listrik kembali menyala.
“Pelayanan terganggu, aktivitas sementara dihentikan sambil menunggu listrik menyala,” kata salah satu ASN yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Kota Dobo belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik maupun estimasi waktu normalisasi pasokan listrik di ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru.
Masyarakat mendesak PLN untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki sistem distribusi listrik, serta lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik guna menjaga kepercayaan pelanggan di Kota Dobo. (Gafar bahta)
















