Saumlaki, TM — Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Juliana Ch. Ratuanak, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kekuatan politik dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah VI Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Galaxi Saumlaki itu dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Umar Lessy, Ketua DPD Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar Piet Kait Taborat, unsur DPRD, Forkopimda, tokoh agama, serta kader dan simpatisan.
Dalam sambutannya, Ratuanak menyebut Musda sebagai forum strategis yang tidak hanya berdampak pada internal partai, tetapi juga terhadap arah pembangunan daerah dan dinamika demokrasi.
Ia menilai partai politik memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi, baik dalam proses rekrutmen kepemimpinan maupun pendidikan politik masyarakat.

“Forum ini merupakan momentum strategis yang akan melahirkan gagasan kepemimpinan dan keputusan politik yang berdampak luas bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dinamika politik harus dimaknai sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat, selama dijalankan secara konstruktif dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
“Kita di Tanimbar adalah satu keluarga besar. Perbedaan politik harus menjadi ruang belajar bersama, bukan sumber perpecahan,” tegasnya.
Menurut Ratuanak, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan seluruh kekuatan politik, termasuk Partai Golkar, guna memperkuat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Umar Lessy menegaskan bahwa Golkar merupakan partai berbasis karya yang mengedepankan kerja nyata. Ia menyebut politik sebagai sarana pengabdian yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
“Golkar tidak dibesarkan oleh sorak-sorai, tetapi oleh kerja nyata. Politik adalah jalan pengabdian bagi kami,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, termasuk perubahan teknologi dan ketidakpastian ekonomi yang berdampak hingga ke daerah.
Menurutnya, Maluku memiliki potensi besar sebagai wilayah kepulauan, meski masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses pendidikan dan kesehatan.
Umar menekankan pentingnya penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan ekonomi kelautan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menyinggung posisi strategis Kepulauan Tanimbar dalam pengembangan energi nasional melalui proyek Blok Abadi Masela.
“Tanimbar memiliki peluang besar. Kita harus memastikan pengembangan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Piet Kait Taborat menyebut Musda VI sebagai momentum konsolidasi sekaligus evaluasi capaian politik partai. Ia mengungkapkan bahwa pada Pemilu 2024, Golkar berhasil mempertahankan tiga kursi di DPRD Kabupaten, meski belum memenangkan Pilkada.
“Ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi ke depan. Konsolidasi harus terus dilakukan hingga ke tingkat desa dan dusun,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan kebersamaan dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Musda ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk menentukan arah partai agar semakin kuat, solid, dan dekat dengan rakyat,” tutupnya.
Musda VI Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru serta keputusan strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan.(TM-02)















