DOBO, TM — SMA Negeri 3 Kepulauan Aru mengumumkan hasil kelulusan siswa tahun ajaran 2025/2026 secara daring, Selasa (5/5/2026). Sebanyak 308 siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Pengumuman dilakukan sesuai petunjuk teknis dari pemerintah provinsi dan dapat diakses pada rentang waktu pukul 04.00 hingga 05.30 WIT. Dari total siswa yang lulus, terdiri atas 173 siswa perempuan dan 135 siswa laki-laki.
Kepala SMA Negeri 3 Kepulauan Aru, Fatima Efruan, menyampaikan apresiasi kepada orang tua siswa atas kepercayaan yang diberikan selama tiga tahun proses pendidikan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami. Ini menjadi penghargaan tersendiri bagi sekolah,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dalam mendukung proses belajar mengajar hingga siswa mencapai kelulusan.

Kepada para siswa, Fatima menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Perjuangan belum selesai. Teruslah belajar dan siapkan diri untuk bersaing di masa depan,” pesannya.
Ia turut mengingatkan agar para siswa merayakan kelulusan secara bijak dan tidak berlebihan. Sekolah melarang konvoi kendaraan, aksi coret-coret seragam, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Rayakan dengan cara yang positif bersama keluarga. Jaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tegasnya.
Dalam proses menuju kelulusan, para siswa telah melalui berbagai tahapan evaluasi, mulai dari ujian praktik hingga ujian sekolah.
Ujian praktik meliputi mata pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), termasuk penampilan budaya daerah, pengolahan makanan khas, serta praktik renang sebagai bekal bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan ke institusi seperti TNI dan Polri.
Selain itu, siswa juga mengikuti try out berbasis komputer selama enam hari, sebelum menjalani ujian sekolah selama enam hari dengan sistem berbasis kertas.
Menurut pihak sekolah, penggunaan sistem ujian berbasis kertas dipilih untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan siswa selama proses ujian berlangsung.
Dengan capaian kelulusan 100 persen ini, SMA Negeri 3 Kepulauan Aru kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.(gafar bahta)
















