AMBON, TM — Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program (DAP) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat pesisir di Indonesia.
Kota Ambon menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian melalui proyek restorasi ekosistem bakau di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan Konsul Jenderal Australia Todd Dias ke Desa Poka, Senin (26/1), untuk meninjau langsung pelaksanaan proyek DAP yang diinisiasi oleh Institut Tifa Damai.
Dari rilis yang diterima menyebutkan, kunjungan ini merupakan kunjungan kerja ketiga Todd Dias ke Provinsi Maluku dalam dua tahun terakhir.

Proyek bertajuk Restorasi Ekosistem Bakau di Desa Poka, Ambon bertujuan memulihkan kawasan mangrove yang terdegradasi melalui penanaman bakau serta perlindungan wilayah pesisir dari berbagai ancaman lingkungan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan wilayah pesisir dan mengurangi risiko bencana yang berdampak langsung pada masyarakat setempat.
Selain manfaat ekologis, proyek ini juga memberikan dampak sosial melalui keterlibatan aktif masyarakat Desa Poka dan kelompok pemerhati lingkungan lokal dalam seluruh tahapan pelaksanaan.
Pendekatan partisipatif ini bertujuan memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mengelola serta melindungi ekosistem bakau secara berkelanjutan.
Konsul Jenderal Australia Todd Dias menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan proyek tersebut.
“Saya sangat senang dapat melihat secara langsung proyek DAP di Desa Poka yang berfokus pada isu lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Australia melalui Direct Aid Program dan menjadi bukti nyata komitmen Australia dan Indonesia untuk terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan lingkungan,” ujar Dias.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan kuatnya kemitraan Australia–Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal di kawasan pesisir.
Setiap tahun, Konsulat Jenderal Australia di Makassar mendanai sekitar empat hingga enam proyek di wilayah kerjanya melalui Direct Aid Program.
Program ini merupakan skema hibah berskala kecil yang dikelola oleh perwakilan diplomatik Australia di luar negeri.
Proyek-proyek yang didanai mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi sirkular dan pengolahan limbah, inklusi disabilitas, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan isu-isu lingkungan lainnya.
Kepala Desa Poka Martina Kelbulan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui proyek restorasi bakau tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program restorasi bakau ini. Masyarakat Desa Poka sudah mulai merasakan manfaatnya, baik untuk perlindungan pesisir maupun peningkatan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Institut Tifa Damai, Justus Pattipawae, menilai Program DAP memberikan kontribusi nyata bagi upaya pelestarian lingkungan pesisir.
“Program ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga alam mereka sendiri dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya. (TM-02)
















