Dobo, TM – Menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Kepulauan Aru, Berti Imuly mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada.
Hal ini disampaikan Imuly lantaran pihaknya tetap mengacu pada data yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Maluku.

MenurutImuly berdasarkan data BMKG periode 9-10 Januari 2026, kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 6-25 knot. Akibatnya menimbulkan potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter hingga 4 meter di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Kami dari BPBD Kepulauan Aru tetap mengacu pada peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, khususnya tanggal 9 sampai tanggal 10, di mana ada kecepatan angin antara 6 sampai 25 knot, dan akan terjadi gelombang tinggi antara 2,5 sampai 4 meter, di wilayah kabupaten Kepulauan Aru.

Untuk itu, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat terkait kondisi tersebut. Mengingat gelombang tinggi bisa berdampak buruk bagi masyarakat khususnya nelayan maupun kapal feri dan tongkang.
“Terhadap kondisi tersebut, kami dari BPBD juga telah mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau kepada masyarakat, bahwasannya bila dari 2,5 sampai 4 meter, berarti nelayan, kapal tongkang maupun kapal fery sudah tidak bisa berlayar”, kata Imuly.
Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna angkutan laut milik warga, untuk menunda perjalanan laut.
Imbauan ini berlaku bagi rute Dobo ke desa maupun sebaliknya, rute antar kecamatan, maupun warga pasca Natal dan Tahun Baru yang hendak kembali ke Dobo.
Imuly juga mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan informasi resmi cuaca sebelum berangkat melaut. Selain itu, kondisi mesin perahu harus dipastikan layak agar tidak mengalami gangguan di tengah perjalanan.
Selain kelengkapan mesin, masyarakat diminta menyiapkan pelampung sebagai alat keselamatan dan menghindari perjalanan laut pada malam hari.
Perjalanan malam dinilai sangat berisiko karena adanya kayu-kayu besar hanyut yang dapat mengancam keselamatan pelayaran.
Melalui imbauan ini, Imuly berharap seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru dapat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan.
Ia menekankan agar semua pihak tetap berhati-hati sehingga terhindar dari musibah di tengah kondisi cuaca ekstrem tersebut.(TM-03)















