AMBON, TM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku menegaskan penanganan ruas jalan nasional Waipia–Saleman di Kabupaten Maluku Tengah terus dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas. Langkah ini menyusul kondisi jalan yang dilaporkan mengalami kerusakan serta rawan longsor.
BPJN Maluku melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II menjelaskan, karakteristik geografis ruas Waipia–Saleman tergolong ekstrem.
Tingginya curah hujan menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan permukaan jalan, mulai dari munculnya lubang (potholes) hingga penurunan badan jalan di sejumlah titik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Satker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Elsina Malindir, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menyelesaikan perbaikan permanen pada 12 titik longsoran utama di ruas Waipia–Saleman.
“Perbaikan permanen telah kami selesaikan pada 12 titik longsoran, yakni di STA 05, STA 06, STA 07+980, STA 08+165, STA 09+220, STA 10+880, STA 13+360, STA 13+400, STA 14+000, STA 14+100, STA 20+700, dan STA 39+700. Sementara untuk kerusakan terbaru yang dikeluhkan pengguna jalan, tim kami telah mengambil langkah cepat di lapangan,” ujar Malindir melalui rilis yang diterima timesmaluku.com, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, langkah cepat tersebut meliputi identifikasi lapangan untuk memetakan titik-titik kerusakan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, BPJN Maluku juga melakukan mitigasi risiko dengan memasang rambu peringatan dan pembatas di lokasi kerusakan berat sebagai upaya awal pencegahan kecelakaan.
“Terkait STA 04 yang kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan, penanganannya telah kami masukkan dalam skema pekerjaan permanen,” jelasnya.
Menanggapi tudingan adanya pembiaran terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional tersebut, Malindir menegaskan bahwa saat ini proses pengadaan Tahun Anggaran (TA) 2026 sedang berada pada tahap tender.
Sejumlah titik krusial direncanakan akan mendapatkan penanganan struktur secara menyeluruh agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
“Kami terbuka terhadap kritik masyarakat sebagai bentuk pengawasan publik yang konstruktif. BPJN Maluku berkomitmen untuk terus meningkatkan responsivitas tim PPK 2.1 demi menjaga kemantapan jalan nasional di wilayah Maluku Tengah,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi ruas Waipia–Saleman, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, sambil menunggu penyelesaian perbaikan permanen.
“Ruas Waipia–Saleman merupakan urat nadi perekonomian antar kabupaten di Pulau Seram. Karena itu, kinerja BPJN Maluku mengacu pada visi Direktorat Jenderal Bina Marga untuk memastikan jalan nasional tidak hanya terhubung, tetapi juga mantap dan aman dilalui,” tutup Malindir. (TM-04)















