Tiakur, TM – Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Polres Maluku Barat Daya, Kamis (12/3/2026), mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Noach membacakan amanat Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri di hadapan unsur Forkopimda, personel TNI–Polri, instansi terkait, serta peserta apel.
Dalam amanatnya disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana guna mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Kebijakan tersebut mencakup pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, serta ganjil-genap, termasuk pengaturan penyeberangan laut guna menjaga kelancaran arus transportasi.
Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek yang meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, bandara hingga objek wisata.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antarkelompok.
Aparat juga diminta meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta melakukan pendataan terhadap rumah kosong yang ditinggalkan masyarakat saat mudik.
Selain itu, aparat diingatkan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama arus mudik dan arus balik Lebaran sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di akhir amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan gabungan dari unsur TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait serta mitra kamtibmas yang telah mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Seluruh pihak juga diajak untuk terus meningkatkan soliditas dan sinergitas dalam menjalankan tugas demi mewujudkan mudik yang aman dan perayaan Idul Fitri yang nyaman bagi masyarakat.(TM-03)
















