Bula, TM – Pembentukan Karakter anak-anak sejatinya dimulai dari orang tua. Karakter anak baik ataupun buruk ditentukan dengan pembinaan yang baik oleh orang tua.
Oleh karena itu, orang tua harus lebih aktif untuk mau mendengar apa yang biasa dikeluhkan oleh anak-anak di rumah.
Hal ini disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) sekretariat daerah Kabupaten Seram Bagian Timur, Supran Sultan saat menyampaikan materi dalam kegiatan pembinaan berbudi luhur yang digelar di kantor desa Bula Air Fattolo pada, Kamis, (12/3/2026).
Menurut dia, orang tua harus lebih aktif membentuk karakter anak berbudi luhur. Pasalnya, pengaruh teknologi yang kini semakin pesat terutama media sosial bisa mempengaruhi anak untuk mengikuti hal-hal negatif.
Ia menyadari, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari namun, orang tua harus menjadi benteng pertahanan kelurga agar tersebut tidak dialami oleh anak-anak.
“Jangankan anak-anak, kita sebagai orang tua saja kadang tidak sadar karena pengaruh handphone, scrol-scrol tiktok, Facebook. Karena itu, sangat berbahaya sekali kalau tidak dengar curhatan anak-anak kita, dia bisa mengikuti hal-hal negatif yang dipertontonkan di YouTube, Facebook, tiktok dan sebagainya,”ungkap Supran.
Program pembinaan berbudi luhur ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para remaja usia produktif.
Selain itu, program ini digagas Bagian Kesra setda SBT untuk mengimplementasikan visi Berbudi Luhur pemerintahan bupati Fachri Husni Alkatiri dan wakil bupati wakil bupati Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena.
Sementara itu, Kapolsek Bula Iptu, Izaak Tahapary yang hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, minuman keras (Miras) dan Narkoba sangat berpengaruh terhadap karakter anak.
Oleh karena itu, jajaran kepolisian dari tingkat Polda hingga Polsek telah diinstruksikan untuk memberantas peredaran narkoba maupun miras.
Ia mengaku, untuk wilayah hukum Polsek Bula sendiri pihaknya gencar melakukan upaya swiping tempat-tempat yang diduga menjadi sarang peredaran miras khususnya jenis sopi.
Ia meminta, warga untuk tidak nekat menjual atau memperdagangkan barang haram tersebut. Selain miras dan narkoba, Kapolsek juga mengingatkan para orang tua menjaga anak-anak dari perdagangan anak untuk seks komersial yang kini sedang diberantas.
“Ini hukumnya sangat berat, hati-hati untuk para orang tua terutama ibu-ibu,”ujar Kapolsek saat menyampaikan materi tentang Miras dan Narkoba di kegiatan tersebut.
Para peserta dalam kegiatan ini didominasi remaja. Selain itu, juga dihadiri penjabat kepala desa setempat, perwakilan Kecamatan Bula, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda serta warga Bula Air Fattolo. (TM-04)















