Bula, TM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) lewat dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian resmi meluncurkan layanan aduan darurat (Call Center 112) untuk masyarakat didaerah itu.
Acara peluncuran digelar bertepatan dengan perayaan satu tahun pemerintahan masa periode 2025-2030 dibawah kepemimpinan bupati Fachri Husni Alkatiri dan wakil bupati Muhammad Thoha Rumarey Wattimena pada Jum’at, (20/2/2026) malam.
Panggilan telepon pertama di nomor Call Center 112 oleh bupati Fachri Husni Alkatiri menandai beroperasinya layanan ini dan sudah bisa digunakan oleh seluruh masyarakat khususnya di Seram Bagian Timur.
Setelah dilakukan uji coba, Call Center 112 juga mendapat sertifikat dan diserahkan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia di lokasi acara yang dipusatkan di pantai Wailola Kota Bula.
Pada kesempatan itu perwakilan Komdigi yang hadir merilis, dari 514 kabupaten kota di Indonesia, baru 184 kabupaten kota yang sudah memiliki layanan aduan atau call center.
Sementara di Provinsi Maluku, dari 11 kabupaten kota hanya dua daerah yang memiliki layanan tersebut. Keduanya yakni Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Bupati Fachri Husni Alkatiri dalam sambutannya meminta, masyarakat di daerah itu memanfaatkan layanan ini jika membutuhkan bantuan dalam situasi darurat seperti kebakaran, kecelakaan, gangguan ketertiban dan bencana alam.
Oleh karena itu ia meminta, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti dinas komunikasi, informatika dan Persandian, dinas pemadam kebakaran, badan penaggulangan bencana daerah (BPBD), rumah sakit umum daerah, ditambah dengan Basarnas dan TNI/Polri bisa berkolaborasi agar setiap aduan darurat bisa direspon dengan cepat.
“Saya tekankan pentingnya komitmen dan kerjasama yang berkesinambungan. Jangan sampai layanan ini hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”pintah bupati.
Masyarakat tidak perlu memikirkan biaya atau pulsa untuk menghubungi Call Center 112 ini. Karena layanan berbasis panggilan telepon ini disiapkan secara gratis.
Orang nomor satu di Kabupaten SBT ini berharap, hadirnya layanan ini bisa membantu masyarakat dalam situasi kedaruratan.
“Mudah-mudahan dengan adanya layanan ini kita bisa membantu situasi-situasi sulit yang dirasakan oleh masyarakat dengan cara yang sangat mudah,”harapnya. (TM-04)















