AMBON, TM – PT PLN (Persero) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Maluku dalam beberapa waktu terakhir.
Gangguan listrik di sistem kelistrikan Elat terjadi akibat kondisi cuaca buruk yang memicu kerusakan pada jaringan distribusi listrik. Beberapa gangguan di antaranya disebabkan oleh pohon tumbang yang menimpa jaringan, kabel listrik yang terlepas, hingga atap rumah warga yang terbawa angin dan mengenai jaringan listrik milik PLN.
Selain faktor cuaca, kondisi geografis wilayah serta keterbatasan akses menuju titik gangguan juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas PLN dalam melakukan penelusuran jaringan. Hal ini membuat proses penanganan dan pemulihan listrik membutuhkan waktu lebih lama.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik secara normal.
“Gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Elat dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang maupun objek lain mengenai jaringan listrik. Dalam beberapa kejadian terakhir, terdapat pohon tumbang yang merusak jaringan serta atap seng yang terbawa angin dan mengenai jaringan PLN sehingga mengakibatkan pemadaman listrik,” ujar Noer.

Ia menegaskan bahwa petugas PLN selalu siaga selama 24 jam untuk melakukan penelusuran jaringan dan mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik kembali normal bagi masyarakat.
“Dalam proses penanganan gangguan tersebut, petugas PLN melakukan berbagai langkah perbaikan, mulai dari penelusuran jaringan hingga perbaikan konstruksi tiang listrik. Petugas juga memasang kembali serta mengencangkan kabel jaringan yang terburai akibat tertimpa pohon tumbang,” kata Noer.
Proses perbaikan, tambah dia, membutuhkan waktu cukup lama karena kondisi kerusakan jaringan yang cukup berat di beberapa titik.
Untuk mencegah gangguan serupa terulang, tandas Noer, PLN juga melakukan langkah preventif dengan melakukan pemangkasan serta penebangan pohon yang berpotensi tumbang dan mengganggu jaringan listrik.
“Selain upaya teknis di lapangan, PLN juga terus meningkatkan komunikasi dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan di daerah setempat. Informasi terkait gangguan maupun pekerjaan pemeliharaan jaringan disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat,” ungkap Noer.
Noer menambahkan, PLN memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang menjadi momen penting bagi berbagai aktivitas warga.
“Kami memahami listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terlebih di bulan Ramadan. Karena itu seluruh personel PLN terus siaga dan bekerja tanpa henti untuk mempercepat pemulihan serta memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Elat dan sekitarnya,” jelasnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan listrik tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. PLN akan terus melakukan langkah preventif seperti pemangkasan pohon di sekitar jaringan serta penguatan sistem distribusi agar potensi gangguan dapat diminimalkan ke depan,” tutup Noer.(TM-02)
















