AMBON, TM — Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku dalam kondisi aman meski sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Humas Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan antrean tersebut dipicu oleh kepanikan masyarakat akibat isu kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial.
“Kondisi dua hari terakhir lebih kepada panic buying yang dilakukan masyarakat, kemungkinan karena isu-isu yang beredar,” ujar Ispiani usai rapat bersama Komisi II DPRD Maluku, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada kenaikan harga BBM baik dari pemerintah maupun Pertamina. Informasi resmi, kata dia, selalu disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.

Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Bahkan, distribusi sempat diperpanjang hingga malam hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Pasokan BBM untuk Ambon disuplai dari Terminal Wayame yang juga menopang distribusi untuk wilayah Maluku dan Papua.
“Stok tersedia sekitar 20 hari, namun distribusi terus berjalan, sehingga pasokan tetap terjaga,” kata Ispiani.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, menegaskan tidak ada kelangkaan BBM di daerah tersebut.
“Kesimpulannya, untuk 20 hari ke depan stok aman. Tidak ada kelangkaan,” ujarnya.
Menurut Irawadi, antrean panjang lebih disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat pasca libur panjang serta kepanikan akibat isu kenaikan harga.
Ia menilai perubahan pola konsumsi masyarakat turut memperparah kondisi, di mana warga membeli BBM lebih awal meski persediaan masih ada.
“Kadang antre lama hanya untuk dua liter. Itu tidak logis, tapi karena panik,” kata dia.
Meski demikian, DPRD Maluku memastikan hingga kini belum ditemukan adanya praktik penimbunan BBM. Pengawasan tetap akan diperketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan instansi terkait.
Baik Pertamina maupun DPRD Maluku mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Tidak usah panik. Stok aman dan distribusi berjalan normal,” ujar Irawadi. (TM-02)
















