Malra, TM – Penguatan ketahanan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, tetapi juga birokrasi di daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun saat memimpin apel akbar ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di lapangan upacara kantor Bupati Maluku Tenggara Kamis, (12/2).

Hanubun dalam arahannya mengutip penekanan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi kepala daerah di Sentul.
Menurutnya, tiga pilar unggulan yang menopang ketahanan nasional yaitu , aparatur sipil negara yang profesional, TNI yang kuat, serta Polri dan intelijen yang tangguh.

Ia menekankan bahwa selama ini TNI, Polri, dan unsur intelijen telah memiliki sistem dan jalur tersendiri dalam menjaga stabilitas keamanan negara.
“Birokrasi sering kali dipandang sebatas mesin administrasi, padahal perannya strategis dalam memperkuat fondasi negara dari tingkat daerah,” ungkapnya.
ASN kata Hanubun, harus hadir sebagai pelayan publik yang responsif, adaptif, dan berintegritas, bukan sekadar pelaksana rutinitas birokrasi.
“Birokrasi tidak boleh hanya menjalankan administrasi. ASN harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hanubun juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan integritas aparatur.
Dirinya meminta, seluruh ASN dan P3K meningkatkan kualitas kerja, menjaga etika pelayanan, serta membangun komitmen kolektif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.
“Ketahanan nasional tidak hanya dimaknai sebagai pertahanan militer, tetapi juga mencakup stabilitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik yang efektif,” tutupnya.(TM-03)
















