Ambon, TM — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar panen perdana padi gogo varietas Inpago 13 Fortiz bersama Kelompok Tani Mandiri Sejahtera di Ohoi Lairngangas, Kecamatan Manyeuw, Jumat (28/11/2025).
Panen ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kemandirian produksi.
Lahan yang dipanen merupakan milik Kelompok Tani Mandiri Sejahtera dengan luas 0,4 hektare dan menghasilkan estimasi 1,6 ton padi.
Seluruh hasil panen nantinya digunakan sebagai benih untuk memperluas areal tanam. Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Bupati Thaher menegaskan bahwa panen perdana ini memiliki nilai penting dalam pembangunan sektor pangan daerah. Ia mengajak masyarakat melihat capaian tersebut sebagai wujud komitmen mendukung program nasional.
“Yang penting bukan besar atau kecilnya hasil hari ini, tetapi kesesuaian dengan aspirasi pimpinan nasional. Hasil panen ini mungkin belum banyak, tetapi sangat berharga untuk bibit,” ujar Thaher.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan TNI dan Polri, dalam mendorong pengembangan pertanian. Menurutnya, keterbatasan bibit bukan hambatan, melainkan tantangan awal yang harus dijawab dengan semangat yang lebih besar.
“Ini awal yang harus diperbesar. Media juga jangan tampilkan dari sisi sedikitnya hasil, tetapi dari semangat menghasilkan yang banyak,” tegasnya.
Bupati turut menyoroti perlunya modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat mesin seperti traktor, serta perubahan pola pikir dan kedisiplinan kerja petani.
“Sekarang sudah ada traktor, ini harus dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Malra, Joseph Dumatubun, menjelaskan bahwa panen tersebut merupakan bagian dari Program Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025.
“Alokasi LTT 2025 di Malra seluas 26 hektare, dengan dukungan benih varietas Inpago 13 Fortiz sebanyak 150 kilogram untuk kebutuhan lahan 6 hektare,” jelasnya.
Ia memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan, mulai dari koordinasi dengan Kodim 1503, penyusunan strategi pencapaian target, pemantauan lapangan, evaluasi berkala, hingga analisis data tanam dan panen. Adapun lokasi penanaman tersebar di Ohoi Lairngangas (1 hektare), Letman (1 hektare), dan Warwut (4 hektare).
Selain program LTT, Pemkab Malra juga mendapat dukungan APBN untuk memperkuat sektor pertanian. Bantuan tersebut meliputi benih jagung untuk 500 hektare, lima unit traktor roda empat, 20 unit mesin pompa air, bibit ubi jalar untuk 3 hektare, serta bantuan hortikultura untuk pemanfaatan pekarangan oleh 15 kelompok.
“Penyerahan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani akan dilakukan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara pada Sabtu (29/11/2025),” pungkas Dumatubun.(TM-03)















