AMBON, TM – Universitas Pattimura (Unpatti) resmi meluncurkan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni PPDS Obstetri dan Ginekologi, PPDS Ilmu Penyakit Dalam, dan PPDS Ilmu Bedah. Peluncuran berlangsung di Fakultas Kedokteran Unpatti, Kampus Poka, Selasa (10/2/2026).
Rektor Unpatti, Prof. Fredy Leiwakabessy, menyampaikan bahwa pembukaan program tersebut merupakan tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kesehatan di Maluku.
Ia menjelaskan, gagasan pendirian Fakultas Kedokteran Unpatti telah dimulai sejak 2003 dan resmi berdiri pada 2008 melalui dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak.

“Pembukaan tiga program dokter spesialis ini menjadi momentum penting bagi Unpatti dan masyarakat Maluku. Namun penyelenggaraan pendidikan spesialis membutuhkan dukungan pendanaan yang berkelanjutan, baik untuk pengembangan SDM maupun sarana dan prasarana,” ujar Rektor.
Selain itu, Unpatti terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menjadi mitra pendamping dalam pengembangan PPDS.

Rektor juga berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota memberikan perhatian khusus, terutama dalam pembiayaan pendidikan tenaga kesehatan daerah yang mengikuti program spesialis.
Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, mengatakan pembukaan tiga PPDS merupakan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di wilayah kepulauan Maluku.
“Peluncuran PPDS ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi komitmen nyata Unpatti untuk memperluas akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan pembukaan PPDS sejalan dengan kebijakan nasional terkait pemenuhan sumber daya manusia kesehatan dan program peningkatan mutu pendidikan tenaga medis yang diluncurkan pada Juli 2025.
Proses persiapan dilakukan secara bertahap, termasuk workshop kurikulum berbasis karakteristik wilayah kepulauan pada Oktober 2025 serta evaluasi lapangan oleh tim pusat pada Januari 2026 sebelum akhirnya dinyatakan layak beroperasi.
Saat ini, penyelenggaraan pendidikan didukung kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin serta tenaga subspesialis yang telah tersedia di Unpatti.
Dalam sistem penerimaan, prioritas diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) dari daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di Maluku. Para peserta diwajibkan menandatangani komitmen untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain itu, residen senior nantinya akan ditempatkan di rumah sakit kabupaten/kota untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus meningkatkan pengalaman klinis.
Dekan berharap dukungan pemerintah daerah terus diperkuat, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan, percepatan perizinan praktik dosen spesialis, pemberian insentif, serta penyediaan fasilitas layanan kesehatan.
“Pembukaan PPDS ini adalah komitmen moral Unpatti untuk memutus keterbatasan akses layanan kesehatan spesialis di Maluku. Kami optimistis dapat mencetak dokter spesialis unggul yang mengabdi bagi masyarakat,” pungkasnya. (TM-01)
















