AMBON, TM – Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan kontrak swakelola dengan PT Global Emas Bupalo dan PT Leabumi Mineral Bupalo.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 3 Rektorat Unpatti, Jumat (13/2/2026).
Penandatanganan tersebut terkait penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana kegiatan tambang emas di Pulau Buru serta tambang Sinabar di Desa Iha, Pulau Seram.
Dokumen ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Dr. Ruslan H. S. Tawari, S.Pi., M.Si, bersama Dr. A. Siahaya, S.E., M.Si.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala dan Sekretaris Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Unpatti, Dr. Sutandy Setyawan, Zain Syaiful Latukaisupy, Ir. Mohammad Yasir Kaisuku, serta Sub Koordinator Kerja Sama Unpatti.
Komitmen Kajian Ilmiah dan Pengelolaan Lingkungan
Dalam sambutannya, Dr. Ruslan Tawari menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Unpatti merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab akademik untuk menghadirkan kajian ilmiah yang objektif dan rekomendasi yang konstruktif.
Menurutnya, penyusunan dokumen lingkungan menjadi aspek penting agar pengelolaan sumber daya alam di Maluku tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memastikan setiap kegiatan memiliki dokumen lingkungan yang memadai sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Maluku.
Dorong Pengembangan Sumber Daya dan Wilayah
Sementara itu, Dr. A. Siahaya menegaskan bahwa penandatanganan kontrak swakelola ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata untuk memperkuat pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Menurutnya, dukungan perguruan tinggi seperti Unpatti sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi serta kajian ilmiah terkait tata kelola lingkungan yang baik.
“Kami membutuhkan dukungan akademisi agar pengembangan sumber daya dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku,” katanya.
Ia berharap kerja sama ini mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan wilayah, khususnya di Pulau Buru dan Pulau Seram, sekaligus mendorong praktik pertambangan yang berwawasan lingkungan.(TM-01)
















