AMBON, TM – Dugaan hilangnya anggaran dana hibah lebih dari Rp4 miliar di lingkungan Dinas Koperasi Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menjadi sorotan publik.
Forum Pemuda Anti Korupsi (FPAK) Bursel mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea, untuk segera melakukan audit terhadap penggunaan dana hibah tahun anggaran 2024 di dinas tersebut.
Ketua FPAK Bursel, Ardy Soulisa, meminta Kejari Namlea segera memeriksa Rahmat Dasuki, mantan Kepala Dinas Koperasi Bursel yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Keuangan Kabupaten Buru Selatan.
Menurut Ardy, Rahmat Dasuki diduga mengetahui dan bertanggung jawab terhadap penggunaan dana hibah yang nilainya mencapai lebih dari Rp4 miliar saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi.
“Mantan Kadis Koperasi Rahmat Dasuki harus diperiksa karena diduga menggelapkan anggaran dana hibah lebih dari Rp4 miliar saat memimpin dinas tersebut,” ujar Ardy Soulisa melalui pesan WhatsApp, Rabu (8/4/2026).

Desak Bupati Copot Kadis Keuangan
Selain meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan, FPAK juga mendesak Bupati Buru Selatan La Hamididan Wakil Bupati Gerson Selsily untuk segera mengevaluasi jabatan Rahmat Dasuki.
Mereka meminta agar Rahmat Dasuki dicopot dari jabatan Kepala Dinas Keuangan Bursel hingga persoalan dugaan penyalahgunaan dana hibah tersebut menjadi jelas.
Sebagai bentuk tekanan kepada aparat penegak hukum, FPAK Bursel berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku dalam waktu dekat.
Aksi tersebut bertujuan mendesak agar kasus dugaan hilangnya dana hibah miliaran rupiah di Dinas Koperasi Bursel segera diusut secara transparan.
“Masyarakat Buru Selatan berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah tersebut,” tegas Ardy.(gafar bahta)














