Timesmalukucom
No Result
View All Result
Jumat, Maret 27, 2026
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subscribe
Timesmaluku.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
No Result
View All Result
Timesmaluku.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
Home Ekonomi

DPRD Maluku Soroti Rendahnya Kontribusi PAD dari Sektor Pariwisata, Kesehatan, dan Perpustakaan

Redaksi TM by Redaksi TM
Juli 9, 2025
in Ekonomi

Ambon, TM.– Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menyoroti minimnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah sektor potensial, terutama pariwisata, layanan kesehatan, dan perpustakaan.

Baca Juga :

Penyaluran APBD Terbagi di Bank Umum, Dividen Bank Maluku ke SBT Bakal Turun?

DPRD Maluku Pastikan Pengawasan Pasar Mardika Jadi Prioritas Usai Lebaran

Nelayan Bursel Keluhkan Retribusi Timbang Tuna Rp1.000/Kg, DPRD Diminta Turun Tangan

Hal ini mengemuka dalam rapat kerja bersama mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Baileo Rakyat, Karang Panjang, Ambon, Selasa (8/7/2025).

Wakil Ketua Komisi IV, Dali Fahrul Syarifudin, mengatakan bahwa sejauh ini hanya tiga destinasi wisata di Maluku yang memberikan kontribusi PAD melalui retribusi, yaitu Pantai Liang, Pantai Namalatu, dan Gong Perdamaian Dunia.

“Retribusi kita masih bertumpu pada tiga destinasi itu. Ini sangat terbatas, padahal potensi wisata kita sangat besar. Harus ada perluasan cakupan dan penguatan pengelolaan,” ujarnya.

Anggota Komisi IV, Yan Zamora Noach, menilai bahwa lemahnya promosi menjadi salah satu penyebab utama minimnya pemasukan dari sektor pariwisata.

Ia mencontohkan Banda Neira dan Saparua yang berpotensi menjadi destinasi kelas dunia, namun hingga kini belum tergarap maksimal, baik dari sisi promosi maupun infrastruktur.

“Kalau ingin Maluku dikenal luas, promosinya harus global. Tidak cukup hanya andalkan tiga titik wisata,” ujar Noach. Ia juga meminta transparansi dalam pengelolaan retribusi dan aset wisata oleh OPD terkait.

Sorotan juga datang dari Lucky Wattimury yang mempertanyakan mengapa dua situs sejarah penting, Benteng Belgica dan Benteng Amsterdam, belum dijadikan sumber PAD. Menurutnya, dua ikon tersebut memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara.

“Kita punya banyak aset budaya dan sejarah yang bisa dimaksimalkan. Jangan hanya PAD dari tiga lokasi saja,” tegasnya.

Selain sektor pariwisata, Komisi IV juga mengkritisi kinerja layanan kesehatan dan kondisi fisik Perpustakaan Daerah yang dinilai memprihatinkan. Legislator Lucky Wattimury menyinggung kinerja Balai Kesehatan Paru yang dinilainya belum mencerminkan upaya nyata dalam peningkatan PAD.

“Semangat penting, tapi harus ada bukti kerja. Jangan target PAD dinaikkan sementara kinerja belum ada,” katanya.

Anggota Komisi IV lainnya, Ulis Rutasouw, mengingatkan agar Pemprov Maluku lebih fokus pada pengembangan sektor-sektor potensial di tengah keterbatasan fiskal.

“Belanja jangan lebih besar dari pendapatan. Kalau tidak dikendalikan, daerah akan terus berutang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti momentum pelaksanaan Meti Kei pada Oktober 2025 sebagai peluang promosi wisata yang harus dimanfaatkan maksimal.

Sementara itu, legislator Yunus Serang menegaskan perlunya perhatian terhadap perawatan fasilitas alat kesehatan yang rusak serta pengembangan Banda Neira sebagai destinasi unggulan.

Anggota Komisi IV lainnya, Noaf Rumauw, mengkritik kondisi bangunan Perpustakaan Nasional di Ambon yang rusak berat, serta keterbatasan destinasi yang dijadikan sumber PAD.

“Kita punya banyak potensi yang belum digarap. Jangan biarkan pariwisata kita stagnan seperti sekarang,” katanya.

Komisi IV DPRD Maluku dalam penutup rapat menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja OPD penghasil PAD. DPRD juga mendorong kolaborasi lintas sektor, inovasi program, serta perbaikan tata kelola guna mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Kalau kita ingin Maluku maju secara berkelanjutan, maka seluruh potensi daerah harus dikelola secara serius, profesional, dan transparan,” pungkas Dali Fahrul.(TM-02)

Tags: DPRD MalukuPADpariwisata
Previous Post

Pemkab MBD Genjot Digitalisasi Keuangan Lewat Program ETPD, Targetkan PAD Lebih Transparan

Next Post

Aktivitas PT SIM Legal, Kapolres SBB: Polisi Hanya Lakukan Pengamanan

Berita Terkait

Kantor Bank Maluku-Maluku Utara

Penyaluran APBD Terbagi di Bank Umum, Dividen Bank Maluku ke SBT Bakal Turun?

by Redaksi TM
Maret 6, 2026
0

  Bula, TM - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengalihkan separuh anggaran untuk disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia...

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo

DPRD Maluku Pastikan Pengawasan Pasar Mardika Jadi Prioritas Usai Lebaran

by Redaksi TM
Maret 4, 2026
0

  AMBON, TM – Komisi III DPRD Maluku memastikan pengawasan terhadap Pasar Mardika tetap menjadi agenda penting, meski pelaksanaannya dijadwalkan...

ikan tuna

Nelayan Bursel Keluhkan Retribusi Timbang Tuna Rp1.000/Kg, DPRD Diminta Turun Tangan

by Redaksi TM
Februari 27, 2026
0

Bursel, TM – Warga dan nelayan di Desa Lena, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), mengeluhkan tingginya retribusi penimbangan hasil...

Next Post
Warga Pelita Jaya Diduga Digerakan Hadang Pembukaan Lahan Baru Pisang Abaka di SBB

Aktivitas PT SIM Legal, Kapolres SBB: Polisi Hanya Lakukan Pengamanan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kantor Bank Maluku-Maluku Utara

SPPD Direksi Bank Maluku tak Wajar, Juga Fiktif, RUMMI Desak Polda Maluku Selidiki Kasusnya

April 10, 2025
Gafur Retob

Diingatkan Jangan Main Pindahkan Pedagang, LBH Muhammadiyah: Pemkot Ambon Siapkan Dulu Alternatifnya

April 15, 2025
Saleh Souwakil, Pengurus IMM Maluku

Kejaksaan Tinggi Diminta Usut Proyek Renovasi Rumah Jabatan Gubernur Maluku

Maret 9, 2025
Dialog Pemuda Muhammadiyah Maluku

Krisis Sampah di Ambon Makin Parah, Ketua KNPI Maluku:Cocok Dijuluki Ambon Badaki

April 12, 2025
LBH Fakultas Hukum Unpatti Raih Akreditasi B, Perkuat Komitmen Layanan Hukum Berkualitas

LBH Fakultas Hukum Unpatti Raih Akreditasi B, Perkuat Komitmen Layanan Hukum Berkualitas

0
Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar, Angkat Isu Perikanan dan Bahasa Inggris

Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar, Angkat Isu Perikanan dan Bahasa Inggris

0
Freddy Leiwakabessy, Rektor Unpatti

59 Peserta Ikuti Diklatsar Menwa Universitas Pattimura di Rindam XV Pattimura

0
Unpatti Gelar Seminar Eksplorasi Minyak dan Gas di Maluku

Unpatti Gelar Seminar Eksplorasi Minyak dan Gas di Maluku

0
Jamcab 2026 Jadi Ajang Penguatan Karakter dan Kreativitas Pramuka di Malra

Jamcab 2026 Jadi Ajang Penguatan Karakter dan Kreativitas Pramuka di Malra

Maret 27, 2026
PLTS untuk pasokan listrik ke Desa Ujir, Kabupaten Aru.

Warga Desa Ujir Mulai Rasakan Listrik PLTS, Dampak Ekonomi Masih Terbatas

Maret 26, 2026
Pembangunan pagar sekolah di Hative Besar, Kota Ambon.

Pemerintah Negeri Hative Besar Tunggu Keputusan Yayasan Terkait Pagar Sekolah dan Drainase

Maret 26, 2026
Pembangunan pagar sekolah di Hative Besar, Kota Ambon.

Warga Hative Besar Keluhkan Pembangunan Pagar Sekolah, Dikhawatirkan Picu Banjir

Maret 26, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2024 Akurat, Terpercaya dan Berimbang

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

© 2024 Akurat, Terpercaya dan Berimbang