Ambon, TM – Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Timotius Kaidel menghadiri serta membuka secara langsung acara Pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kepulauan Aru Periode 2023–2028.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membumikan Islam Berkemajuan, Memajukan Kepulauan Aru”.

Tema ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, baik di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, maupun kemasyarakatan.
Acara tersebut berlangsung di hotel New Grand Aru, akita Dobo, Sabtu (7/2/2026). Turut hadir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku dr. Taib Hansauw dan Pimpinan Aisyiyah Propinsi Maluku Bunda Ummu Sa’idah M.Pdi.

Acara pengukuhan ini berlangsung khidmat, dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Provinsi Maluku.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ahlan Alatubir dan M. Sahlan Alatubir, siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Dobo.
Suasana religius semakin menegaskan nilai-nilai spiritual sebagai landasan gerakan Islam berkemajuan yang diusung dalam tema kegiatan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Aru Rusli Goulap SH,.M.H dalam sambutannya mengatakan, dalam masa periode 2023-2028 ini arah gerak haruslah konkrit dan menyentuh napas kehidupan masyarakat Aru.
Ada tiga pilar utama yang ingin ditawarkan sebagai komitmen kepemimpinan kolektif kolegial kedepan yaitu, Dakwah yang mencerahkan dan meggembirakan.
Ditengah keberagaman masyarakat Aru, jelasnya, Muhammadiyah harus hadir sebagai tenda besar yang menyejukan.
“Dakwah kita adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang santun. Kita akan memperkuat komitmen kita sebagai perserikatan tidak hanya di Dobo tetapi juga kita harus menyapa saudara-saudara kita di pulau-pulau terluar. Islam yang kita bawa adalah Islam yang ramah, bukan Islam yang marah,” ujarnya.
Kedua, memperkuat Amal Usaha Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah melihat bahwa pendidikan dan kesehatan adalah jihad bersama. Muhamadiyah harus memastikan sekolah-sekolah di Aru tidak hanya sekedar ada tetapi berkualitas.
Muhammadiyah harus berkomitmen bersama melahirkan generasi Aru yang cerdas secara intelektual dan anggun secara moral.
“Pengurus Daerah Muhammadiyah Kepulauan Aru pada tahun 2025 lalu, telah mengirimkan tamatan SMA dan MA berjumlah 14 orang untuk melanjutkan Sekolah Strata 1 di Universitas Muhammadiyah Maluku dengan Beasiswa penuh. Semoga di tahun 2026 ini, semakin banyak lagi generasi-generasi muda Kepulauan Aru dapat diikutkan dalam program-program Muhammadiyah kedepannya,” ungkapnya..
Ketiga, pemberdayaan Ekonomi Umat. Rusli Goulap menjelaskan, Muhammadiyah tidak akan menutup mata bahwa kemandirian organisasi berawal dari kemandirian ekonomi jamaahnya.
“Kedepan kita akan mendorong majelis ekonomi untuk menggali potensi kelautan dan perikanan yang melimpah di Aru agar menjadi basis kekuatan ekonomi warga perserikatan,”ujarnya.
Sementara Bupati Timotius Kaidel dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kelanjutan kepengurusan yang baru sebagai wujud peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru.
Bupati, mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Daerah dalam mengatasi isu-isu startegis daerah seperti penurunan stunting, peningkatan kualitas SDM, dan pemberdayaan perempuan
Melakukan inovasi program dengan menghasilkan program kegiatan baru yang kreatif dan inovatif dalam memajukan kualitas hidup masyarakat sejalan dengan nilai-nilai dakwah
Menghadapi era digital dan polarisasi, maka saya berharap peran Muhammadiyah dan Aisyiyah, untuk memanfaatkan literasi digital denagn menggunakan media sosial sebagai sarana mempererat silahturahmi, sebagai bentuk penguatan ukhuwah agar perbedaan pandangan tidak merusak hubungan persaudaraan, dalam merespon dinamika sosial,
“Konsep ukhuwah tidak hanya mencakup hubungan sesama umat beragama, tetapi juga hubungan kebangsaan dan kemanusiaan dengan memperluas jangkauan dakwah yang menyejukan, baik melalui media digital maupun pelatihan bagi Da’I untuk menyentuh seluruh umat, masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.(TM-03)















