Ambon, TM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Maluku mengimbau Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, untuk lebih mampu mengendalikan emosi saat merespons pertanyaan wartawan. Imbauan ini menyusul insiden ketegangan yang terjadi dalam sesi wawancara doorstop di Markas Polda Maluku, Kamis (5/3/2025).
Peristiwa tersebut bermula ketika Jufri Samaneri, jurnalis senior SCTV yang juga mantan Ketua IJTI Maluku dua periode, mengajukan pertanyaan kepada gubernur terkait kebijakan kuota mudik. Alih-alih memberikan jawaban, gubernur disebut merespons dengan nada tegas dan meminta kartu identitas (ID Card) wartawan yang bersangkutan.
Menanggapi hal itu, Ketua IJTI Maluku, Imanuel Alfred Souhaly, menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan wartawan merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi yang dibutuhkan publik, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Pertanyaan yang diajukan wartawan pada dasarnya merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi yang dibutuhkan publik. Karena itu, kami berharap komunikasi antara pejabat publik dan wartawan dapat terus terjalin secara baik dengan suasana yang kondusif,” ujar Imanuel dalam rilisnya, Jumat (6/3/2025).
Sementara itu, Jufri Samanery mengaku kecewa dengan respons emosional yang ditunjukkan oleh kepala daerahnya sendiri. Ia menekankan bahwa seorang pejabat publik harus mampu bersikap bijaksana.
“Gubernur harus bijaksana sebagai seorang pejabat publik. Jangan emosi atau sensitif jika wartawan menanyakan hal yang berkaitan dengan kepentingan publik. Gubernur harus mampu mengendalikan emosi agar roda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan sesuai ekspektasi masyarakat,” tegas Jufri.
IJTI Maluku berharap insiden ini menjadi evaluasi bersama. Pihaknya mengingatkan bahwa keterbukaan informasi dan sikap saling menghargai antara pemerintah dan pers adalah fondasi penting dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat di Maluku.
IJTI menegaskan, pers dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat.(TM-02)















