Ambon, TM – Pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (14/3/2026), menuai protes dari masyarakat.
Listrik yang padam selama berjam-jam membuat berbagai aktivitas warga terganggu, bahkan melumpuhkan sebagian kegiatan ekonomi.
Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Elat, Ohoi Wakol, dan beberapa kawasan lain di Kecamatan Kei Besar. Pemadaman total di sejumlah lokasi menyebabkan aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga pelayanan umum tidak berjalan normal.
Di beberapa fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah, operasional terpaksa tetap dijalankan dengan menggunakan genset sebagai sumber listrik alternatif agar pelayanan tetap berlangsung.
Warga mengeluhkan pemadaman listrik tersebut terjadi tanpa pemberitahuan resmi dari PT PLN (Persero) Unit Pelayanan PLN Elat. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat karena mereka tidak memiliki waktu untuk mengantisipasi dampak pemadaman.
Mario, warga Ohoi Wakol, menilai pihak PLN seharusnya memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat sebelum melakukan pemadaman listrik.
“Jangan memadamkan listrik tanpa alasan yang jelas. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi ini juga bisa merusak peralatan rumah tangga dan merugikan pelaku usaha,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemadaman listrik kerap terjadi saat warga bersiap menjalankan ibadah selama bulan Ramadan, seperti menjelang waktu berbuka puasa hingga pelaksanaan salat tarawih.
“Listrik sering padam tanpa pemberitahuan resmi dari pihak PLN. Seharusnya ada informasi sebelumnya agar masyarakat bisa mengetahui dan mengantisipasi,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di kawasan Elat dan sekitarnya. Mereka mengaku terpaksa menghentikan aktivitas usaha karena tidak adanya pasokan listrik.
“Sangat merugikan. Usaha kami terpaksa tutup karena listrik padam, sementara tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari PLN,” kata salah satu warga.
Kekecewaan masyarakat semakin meningkat karena pemadaman listrik disebut sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir tanpa penjelasan yang jelas dari pihak PLN.
Warga menilai perusahaan listrik negara tersebut belum transparan dalam menyampaikan penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan.
Menurut warga, jika pemadaman terjadi karena perbaikan jaringan atau gangguan teknis, seharusnya ada informasi resmi agar masyarakat dapat melakukan persiapan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Unit Elat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik maupun estimasi waktu normalisasi pasokan listrik di wilayah Kei Besar.
Masyarakat pun mendesak PLN untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki sistem distribusi listrik, serta lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik guna menjaga kepercayaan pelanggan di wilayah Elat dan sekitarnya. (gafar)















