Langgur, TM – Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran menjadi perhatian utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 l, Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Senin (30/3/2026), kemarin.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, mengungkapkan tingkat kemiskinan daerah masih berada di angka 21,16 persen, dengan sekitar 28.200 jiwa tergolong miskin ekstrem.
Ia menegaskan, persoalan kemiskinan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta keterbatasan akses ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap kebijakan penanggulangan kemiskinan berbasis data yang valid agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

“Diperlukan intervensi serius dan terarah dari semua pihak. Verifikasi dan validasi data harus dilakukan secara berkala agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Maluku Tenggara yang mencapai 6,01 persen juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Angka ini dinilai mencerminkan belum optimalnya penciptaan lapangan kerja serta perlunya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Dalam sektor kesehatan, Bupati juga menyoroti penurunan angka stunting yang kini berada di level 12,43 persen dari sebelumnya 15 persen. Meski menunjukkan tren positif, upaya peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi, dinilai masih perlu diperkuat secara konsisten.
Menurutnya, pelayanan dasar harus menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi mendatang.
Ia juga mengingatkan seluruh program pembangunan dalam RKPD 2027 harus disusun secara realistis dan berbasis prioritas, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Pembangunan di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara, kata dia, tidak bisa bergantung pada proyek besar yang instan, melainkan melalui langkah-langkah kecil yang berkelanjutan.
“Bergerak kecil tapi konsisten lebih penting daripada menunggu lompatan besar,” pungkasnya.(TM-03)
















