Langgur, TM – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, mengusulkan dukungan sarana produksi berupa mesin pemarut singkong untuk mendukung pengembangan pangan lokal.
Usulan itu disampaikan dihadapan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, saat melakukan Audiensi bersama, perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Herman Koswara.
Dalam pertemuan, Kamis (9/4/2026) itu, Hanubun mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program prioritas, meliputi pembangunan Sekolah Rakyat tahun 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap adanya dukungan alat produksi agar potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia secara tidak langsung menekankan bahwa penguatan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan kemandirian masyarakat di daerah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor, dan dukungan terhadap pendamping sosial masih menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaan program di tingkat daerah
Menanggapi berbagai hal tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan desil 2.
“Sekolah Rakyat ini bukan berbasis pendaftaran, tetapi berbasis rekrutmen menggunakan data DTSEN, sehingga benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan,” tegas Agus Jabo.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi program berbasis data. Secara tidak langsung, Agus Jabo menegaskan bahwa kualitas DTSEN menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh intervensi sosial berjalan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan seluruh program sosial terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah,” tambahnya.
Terkait kendala koordinasi di lapangan, Agus Jabo mengarahkan agar pemerintah daerah dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan unit teknis terkait di Kementerian Sosial.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Ala menyampaikan komitmen penguatan pemberdayaan melalui pembentukan kelompok masyarakat berbasis data.
“Kami akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN, sehingga intervensi pemberdayaan dapat lebih terarah dan menyasar desil 1 hingga 4,” ujarnya.
Adrianus juga menegaskan secara tidak langsung bahwa pendekatan berbasis komunitas, menjadi strategi penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan secara berkelanjutan.(TM-03)
















