AMBON, TM — Anggota DPRD Provinsi Maluku, John Laipeny, mengapresiasi kembali beroperasinya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya.
Menurut Laipeny, kehadiran kembali SPBU tersebut sangat membantu masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan itu disampaikan saat ia diwawancarai di Baileo Rakyat Karpan, Kota Ambon, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelum SPBU tersebut kembali beroperasi, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM hampir terjadi setiap hari dengan panjang antrean mencapai beberapa kilometer.
“Antrean hampir setiap hari terjadi dan panjangnya bisa sampai berkilometer. Ini sangat menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Laipeny mengungkapkan, pada masa kelangkaan BBM sebelumnya, masyarakat bahkan harus mendatangkan bahan bakar dari Pulau Leti ke Pulau Moa menggunakan perahu kecil.
“Kemarin itu orang harus membawa BBM dari Leti ke Moa dengan ombak barat daya yang sangat kuat. Itu sangat miris,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat karena mereka harus menempuh perjalanan laut hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Laipeny juga menyebutkan bahwa saat Komisi II DPRD Maluku melakukan pengawasan di wilayah tersebut, aktivitas kendaraan di ibu kota kabupaten sangat terbatas akibat kelangkaan BBM.
“Kami temukan waktu pengawasan kemarin, kendaraan yang jalan di Pulau Moa hanya sekitar 10 sampai 15 mobil saja karena BBM tidak ada,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya SPBU Trivers, Laipeny berharap kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi sehingga tidak lagi terjadi antrean panjang.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya SPBU ini tidak ada lagi antrean panjang dan masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan lebih mudah,” katanya.
Ia juga meminta pihak terkait untuk mempertimbangkan penambahan titik SPBU baru di Pulau Lakor serta memperkuat implementasi program BBM satu harga di wilayah Kecamatan Luang-Sermata.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan distribusi energi di wilayah kepulauan Maluku dapat berjalan merata dan menjangkau seluruh masyarakat. (TM-02)
















