Ambon, TM — Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, John Laipeny, menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan beras yang sempat terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Ia menyebut, persoalan tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang menghambat proses distribusi logistik ke wilayah kepulauan.

Hal itu disampaikan Laipeny usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Maluku bersama Pertamina dan Bulog, di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (2/2).
“Kami menanyakan langsung ke Pertamina dan Bulog terkait kelangkaan BBM dan beras di MBD. Dari penjelasan mereka, stok sebenarnya tersedia, namun distribusinya terkendala cuaca ekstrem,” ujar Laipeny.

Ia menjelaskan, gelombang laut yang tinggi serta kondisi musim pancaroba menyebabkan armada transportasi laut tidak dapat beroperasi secara optimal, sehingga pengiriman BBM dan beras ke wilayah kepulauan mengalami keterlambatan.
“Transportasinya ada, tetapi cuaca menjadi kendala utama. Karena itu, perhitungan musim pancaroba harus lebih cermat agar pengiriman bisa dijadwalkan lebih awal,” katanya.
Laipeny menegaskan, ke depan diperlukan perencanaan distribusi yang lebih matang dari pihak-pihak terkait, khususnya dalam menghadapi musim cuaca buruk, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jangan sampai masyarakat di Maluku Barat Daya kembali mengalami kelangkaan BBM dan bahan pokok. Ini harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun sempat terjadi keterlambatan distribusi, saat ini stok BBM dan beras di Kabupaten Maluku Barat Daya telah kembali tersedia dan berada dalam kondisi aman.
“Sekarang stok sudah ada. Ke depan kami minta penjadwalan distribusi benar-benar diperhatikan,” pungkas Laipeny. (TM-02)
















