Ambon, TM — Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon sejak pagi, Jumat (8/5/2026), memicu longsor yang menerjang kawasan BTN Gadihu Indah, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.
Sebanyak 10 rumah warga terdampak — satu unit terseret masuk jurang, sembilan lainnya mengalami kerusakan serius — dengan total 53 jiwa yang terkena dampak bencana ini.
Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, membenarkan data tersebut berdasarkan hasil pendataan tim di lapangan.
“Dari data kita di lapangan, ada 10 rumah yang terdampak. Satu rumah langsung terseret ke jurang dan sembilan rumah mengalami kerusakan,” ujar Frits kepada wartawan, Jumat malam.
Satu unit rumah yang terseret longsor dilaporkan hancur setelah terbawa sejauh 15 hingga 20 meter ke dasar jurang, beserta seluruh isi dan barang-barang di dalamnya.

Sementara sembilan rumah yang tersisa mengalami kerusakan struktural parah dan dinyatakan sangat terancam untuk kembali dihuni.
“Tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah tersebut hancur. Dan untuk rumah warga yang rusak itu terancam sekali, sangat terancam untuk ditempati,” katanya.
Longsor juga menyebabkan akses jalan di kawasan perumahan tersebut amblas, mempersulit mobilitas warga dan tim penanganan bencana di lokasi.
BPBD Kota Ambon bergerak cepat dengan mendirikan tenda darurat, menyiapkan makanan siap saji, serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas PU, dan PLN Kota Ambon untuk penanganan dan antisipasi lebih lanjut. PLN diminta untuk melakukan pemadaman listrik sementara di kawasan terdampak demi keselamatan warga.
“Kita identifikasi lokasi, cek keluarga terdampak — ada 53 jiwa. Berikutnya kita koordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas PU, dan PLN untuk penanganan dan antisipasi lebih lanjut,” jelas Frits.
Ia mengimbau warga, khususnya yang bermukim di kawasan rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri tinggal di lokasi yang sudah tidak aman.
“Kami mengimbau warga agar dapat menjaga lingkungan tempat tinggalnya dengan baik. Kalau lingkungannya sudah tidak bisa mendukung karena rawan, lebih baik mengungsi sementara dari tempat itu,” pesannya.
Cuaca buruk dengan intensitas hujan tinggi dilaporkan masih terus melanda Kota Ambon, sehingga potensi bencana susulan di sejumlah titik rawan masih perlu diwaspadai.(TM-02)















