Malra, TM – Misa perdana perayaan syukur atas tahbisan imamat Pastor Greg Helyanan menjadi momentum penuh makna bagi umat dan masyarakat Ohoi Ngefuit Atas, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (13/2/2026).
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam di gereja Santa Theresia Avila Ohoi Ngefuit, menyampaikan harapannya agar momentum tersebut menghadirkan kasih karunia Tuhan yang melimpah, serta menumbuhkan panggilan imamat dari Tanah Kei, khususnya Ohoi Ngefuit Atas.

Dalam sambutannya, Rahantoknam menekankan bahwa kehadiran umat dalam jumlah besar mencerminkan rasa syukur dan kebahagiaan atas terpenuhinya harapan orang tua, keluarga, dan masyarakat setempat.
Tahbisan tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus bukti bahwa dari desa di Tanah Kei lahir seorang imam Katolik yang siap mengabdikan diri bagi Gereja dan umat.

Ia menjelaskan, kehadiran imam baru membawa manfaat spiritual nyata, yakni bertambahnya pelayan sakramen, pengajar iman, dan pembimbing rohani di tengah umat.
Pastor Greg mengemban tugas sebagai imam yang memimpin perayaan liturgi, mengajar dan membimbing umat, serta menggembalakan umat dengan kasih.
Proses menjadi imam memerlukan perjalanan panjang, lebih dari 10 tahun pembinaan, mulai dari seminari menengah, seminari tinggi, tahun orientasi, tahun spiritual, praktik pastoral, hingga diakonat sebelum ditahbiskan menjadi imam.
“Keberhasilan Pastor Greg menjadi imam adalah inspirasi bagi generasi muda bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, kesabaran, dan kesetiaan pada panggilan hidup, disertai dukungan keluarga dan masyarakat,” ujar Rahantoknam.
Rahantoknam juga menyampaikan pesan Uskup Diosis Amboina, Seno Ngutra, yang mengingatkan bahwa imam adalah manusia yang memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan doa dan dukungan umat agar tetap setia dalam panggilan.
Ia menegaskan bahwa tahbisan imamat bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tugas panjang sebagai pelayan Gereja yang akan menghadapi berbagai tantangan.
Pastor Greg mengemban tugas sebagai imam yang memimpin perayaan liturgi, mengajar dan membimbing umat, serta menggembalakan umat dengan kasih. Dengan bertambahnya imam dari putra daerah, umat memiliki figur teladan yang dekat secara emosional dan kultural.
Perayaan misa perdana Pastor Greg Helyanan menjadi tonggak penting bagi Ohoi Ngefuit Atas dan Tanah Kei, untuk menumbuhkan harapan serta memperkuat iman dan solidaritas masyarakat Maluku Tenggara.(TM-03)
















