Dobo, TM — Kelangkaan minyak tanah (mitan) melanda Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memaksa warga harus mengantre di pangkalan demi mendapatkan bahan bakar utama rumah tangga tersebut, Jumat (17/4/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang warga di sejumlah pangkalan minyak tanah sejak sore hari. Bahkan, sebagian warga memilih datang lebih awal untuk memastikan kebagian pasokan yang jumlahnya terbatas. Situasi ini kerap memicu kerumunan di lokasi distribusi.
Seorang warga mengaku kesulitan memperoleh minyak tanah dalam beberapa hari terakhir. Ia bahkan harus bolak-balik ke pangkalan karena stok cepat habis.
“Sudah beberapa hari ini susah sekali dapat minyak tanah. Harus datang tepat waktu supaya kebagian,” ujarnya.
Kelangkaan ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga, terutama bagi warga yang masih bergantung pada minyak tanah sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Sebagian masyarakat terpaksa mencari alternatif lain, meski dengan harga yang lebih mahal.

Di sisi lain, sistem distribusi minyak tanah di wilayah Dobo saat ini berbasis pendataan warga di tingkat Rukun Tetangga (RT). Warga yang tidak terdaftar di wilayah tertentu kerap mengalami kesulitan untuk memperoleh pasokan dari pangkalan setempat.
“Sistem ini sebenarnya baik, tapi kalau stok di pangkalan lain kosong, warga yang tidak terdaftar jadi kesulitan,” kata warga lainnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi keterbatasan pasokan minyak tanah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas rumah tangga kembali normal.(gafar bahta)
















