DOBO, TM — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kepulauan Aru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, Senin (4/5/2026).
Aksi ini menyoroti ketimpangan akses dan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah desa terpencil. Sejak pagi, massa aksi membawa sejumlah poster berisi tuntutan, di antaranya reformasi sistem pendidikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Mereka menilai pemerataan pendidikan di Kepulauan Aru belum berjalan optimal.
Koordinator lapangan aksi, Lajuda Gadil, dalam orasinya menyampaikan bahwa kondisi pendidikan di sejumlah desa masih jauh dari layak. Ia menyoroti minimnya tenaga pengajar, keterbatasan sarana-prasarana, hingga kurangnya perhatian terhadap sekolah di pelosok.
“Masih banyak sekolah di desa yang kekurangan guru, fasilitas belajar tidak memadai, bahkan ada yang nyaris terbengkalai. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
GMNI juga mendesak pemerintah daerah untuk melakukan pemerataan distribusi tenaga pendidik serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah terpencil. Menurut mereka, tanpa langkah konkret, kesenjangan antara wilayah kota dan desa akan semakin melebar.

Dalam aksi tersebut, massa menyerahkan pernyataan sikap kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Beberapa tuntutan utama meliputi pemerataan tenaga pendidik di 117 desa, evaluasi menyeluruh kondisi pendidikan di desa, peningkatan anggaran yang tepat sasaran, serta penguatan pengawasan terhadap kinerja guru.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru, Adelof Pokar, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan, terutama dari sisi anggaran, namun berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan hingga ke wilayah desa.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian. Setelah menyampaikan tuntutan, massa membubarkan diri dengan harapan pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata demi pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kepulauan Aru.(gafar bahta)
















