Ambon, TM — Olimpiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) VIII Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyahdijadwalkan berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Ajang bergengsi tingkat nasional ini akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan Muhammadiyah dari berbagai jenjang, mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK hingga MA se-Indonesia.
OLYMPICAD menjadi wadah adu prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi peserta didik Muhammadiyah di tingkat nasional.

Dalam kompetisi tersebut, SD Muhammadiyah Ambon mendelegasikan 34 peserta didik untuk mengikuti enam mata lomba, yakni ISMU in English, ISMU in Arabic, Story Telling, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPAS, dan Hifzil Qur’an.
Para peserta akan didampingi oleh 10 guru pendamping serta 2 tenaga kependidikan (tendik) sebagai bentuk dukungan dan pembinaan selama pelaksanaan kegiatan.

Kontingen SD Muhammadiyah Ambon dijadwalkan bertolak menuju Makassar pada 8 Februari 2026 menggunakan kapal Pelni KM Labobar, dengan estimasi waktu perjalanan sekitar dua hari dan tiba pada 10 Februari 2026.
Jarak dan waktu tempuh yang panjang tidak menyurutkan semangat para peserta untuk membawa nama baik sekolah dan Kota Ambon di tingkat nasional.
Kepala SD Muhammadiyah Ambon, Deden Ladiu Siolimbona, menyampaikan optimisme dan harapannya agar keikutsertaan dalam OLYMPICAD VIII dapat menghasilkan prestasi membanggakan.
Ia berharap seluruh peserta didik mampu tampil maksimal, meraih prestasi terbaik, serta mengharumkan nama sekolah, Kota Ambon, dan Muhammadiyah Maluku di kancah nasional.
Lebih lanjut, Siolimbona menegaskan bahwa OLYMPICAD VIII bukan sekadar ajang kompetisi akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter unggul bagi peserta didik.
“Melalui ajang ini, peserta tidak hanya diuji kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga nilai-nilai keislaman, kejujuran, kerja keras, sportivitas, serta semangat berkemajuan yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah,” ujar Deden, Kamis (29/1/2026).
Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Ambon, Dinas Pendidikan, serta Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Ambon dalam mengawal kesiapan kontingen yang berlaga di tingkat nasional.
Menurutnya, sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda Ambon untuk berprestasi.
Momentum OLYMPICAD VIII ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya prestasi-prestasi baru dari kawasan Timur Indonesia, khususnya Kota Ambon.
Dengan semangat juang, doa, dan dukungan semua pihak, SD Muhammadiyah Ambon optimistis mampu memberikan kontribusi terbaik dan membawa harum nama daerah di tingkat nasional.(TM-02)
















