Ambon, TM — Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menegaskan komitmen kampus dalam mendorong transformasi digital, pendidikan inklusif, serta pengembangan potensi mahasiswa di tengah tantangan perubahan teknologi yang kian pesat.
Menurut Leiwakabessy, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence membawa dampak besar bagi dunia pendidikan. Karena itu, Unpatti telah melakukan langkah konkret dengan mengintegrasikan berbagai sistem berbasis digital dalam tata kelola kampus.
“Transformasi sudah kami lakukan melalui integrasi sistem kepegawaian, administrasi keuangan, perencanaan, absensi digital, hingga sistem informasi akademik. Ini untuk membangun ekosistem pengelolaan perguruan tinggi yang mampu mengantisipasi perubahan teknologi yang sangat cepat,” ujar Fredy kepada Wartawan, usai upacara peringatan Hardiknas, di Kampus Unpatti, Poka, Sabtu (2/5).
Selain digitalisasi, Unpatti juga menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan aman bagi seluruh civitas akademika. Kampus, kata dia, berkomitmen menciptakan ruang belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.
“Kami menjaga agar ruang-ruang kampus aman dan nyaman. Tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dan tenaga kependidikan. Semua bentuk kekerasan harus dilihat secara komprehensif dan dicegah,” katanya.

Dari sisi akses pendidikan, Unpatti juga mempertahankan kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terjangkau serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan pendidikan bisa dinikmati semua kalangan. Akses untuk disabilitas juga terus kami buka agar mereka bisa belajar dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Leiwakabessy menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi sebagai fondasi membangun kampus. Ia menyebut Unpatti sebagai “rumah besar bersama” yang harus dijaga dan dikembangkan secara kolektif demi kemajuan sumber daya manusia di Maluku.
Dalam bidang akademik, Unpatti juga tengah menjalankan proses penerimaan mahasiswa baru melalui beberapa jalur, mulai dari seleksi berbasis prestasi yang telah diumumkan pada 31 Maret, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), hingga jalur mandiri yang akan segera dibuka setelah pengumuman seleksi nasional pada akhir Mei 2026.
Di sisi lain, pengembangan kreativitas mahasiswa juga menjadi perhatian melalui berbagai kegiatan, termasuk Pekan Seni Mahasiswa Kampus (PEKSIMIKA).
Kegiatan ini menghadirkan empat kategori lomba sebagai wadah untuk menggali bakat dan minat mahasiswa di luar kegiatan akademik.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya fokus belajar di kelas, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri melalui kompetisi dan kegiatan kreatif. Ini penting karena setiap tahun ada ajang nasional dan internasional yang harus diikuti,” kata Leiwakabessy.
Ia menambahkan, mahasiswa berprestasi dari berbagai kompetisi akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju ajang yang lebih tinggi.
Melalui berbagai langkah tersebut, ia berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global. (TM-02)
















