Timesmalukucom
No Result
View All Result
Jumat, Maret 13, 2026
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subscribe
Timesmaluku.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
No Result
View All Result
Timesmaluku.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
Home Ekonomi

BBM Langka Bikin Ekonomi Masyarakat Kesui Kian Terperosok

Redaksi TM by Redaksi TM
Juli 4, 2025
in Ekonomi
Antrian warga dibibir pantai saat membeli BBM jenis minyak tanah dan pertalite yang dipasok pedagang dari Pulau Gorom.

Antrian warga dibibir pantai saat membeli BBM jenis minyak tanah dan pertalite yang dipasok pedagang dari Pulau Gorom.

Bula, TM.- Laju pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Kesui Watubela Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku lambat. Penyebabnya, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah dan pertalite.

Baca Juga :

Penyaluran APBD Terbagi di Bank Umum, Dividen Bank Maluku ke SBT Bakal Turun?

DPRD Maluku Pastikan Pengawasan Pasar Mardika Jadi Prioritas Usai Lebaran

Nelayan Bursel Keluhkan Retribusi Timbang Tuna Rp1.000/Kg, DPRD Diminta Turun Tangan

 

Kelangkaan ini sudah terjadi berulang kali. Bahkan di dua bulan terakhir warga Kesui dan Watubela sulit mendapatkan BBM kedua jenis.

 

Jika dipasok oleh pedagang eceran dari pulau Gorom, harganya melambung tinggi melebihi 100 persen Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

“Minyak tanah mereka jual 12 ribu rupiah per liter. Kalau bensin (pertalite) 20 ribu rupiah per liter, “kata Muhdar Mara, salah satu warga Kesui saat mengantri untuk membeli BBM yang dipasok oleh pedagang dari Pulau Gorom kepada media ini Kamis, (3/7/2025).

 

Menurutnya, harga minyak tanah akan naik menjadi Rp.15.000 per liter dan pertalite capai Rp.25.000 per liter jika sudah diborong untuk dijual kembali oleh pedagang eceran di Pulau Kesui maupun Watubela.

 

Kondisi ini menyebabkan warga makin sulit melakukan aktifitas sehari-hari. Apalagi bagi mereka yang menuju pusat-pusat ekonomi. Pasalnya, biaya transportasi antar desa cukup tinggi.

 

Contohnya, warga desa Otademan yang ingin membeli sekarung beras di pusat ekonomi yang berada di desa Tanah Baru harus merogoh kocek sebesar Rp50.000 sampai Rp100.000 untuk membayar moda transportasi yang ditumpangi.

 

“Kita mau beli satu karung beras saja harus bayar ojek 50 ribu rupiah  ke puskesmas ongkosnya juga sama,”katanya.

 

Tidak hanya itu, para nelayan juga enggan melaut karena harga jual pertalite yang sudah dicampur oli tembus Rp.28.000 per liter.

 

Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Oleh karena itu Muhdar berharap, ada langkah cepat pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan kelangkaan BBM di Kecamatan Kesui Watubela.

 

Salah satu solusinya adalah, membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) satu harga atau SPBU Kompak di wilayah itu.

 

“Kalau SPBU ada, harga BBM di Kesui Watubela turun dan bisa dikendalikan pemerintah. Karena BBM di SPBU seperti pertalite atau Pertamax tidak bisa dijual dengan harga seenaknya,”ujar dia. (TM-04)

Tags: BBMkesuiseram bagian timur
Previous Post

DPRD Maluku Dukung Rencana Kerja Sama Bank Maluku dan Bank DKI dalam Skema KUB

Next Post

Dies Natalis ke-27, Fakultas Sains Unpatti Resmikan Identitas Baru

Berita Terkait

Kantor Bank Maluku-Maluku Utara

Penyaluran APBD Terbagi di Bank Umum, Dividen Bank Maluku ke SBT Bakal Turun?

by Redaksi TM
Maret 6, 2026
0

  Bula, TM - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengalihkan separuh anggaran untuk disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia...

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo

DPRD Maluku Pastikan Pengawasan Pasar Mardika Jadi Prioritas Usai Lebaran

by Redaksi TM
Maret 4, 2026
0

  AMBON, TM – Komisi III DPRD Maluku memastikan pengawasan terhadap Pasar Mardika tetap menjadi agenda penting, meski pelaksanaannya dijadwalkan...

ikan tuna

Nelayan Bursel Keluhkan Retribusi Timbang Tuna Rp1.000/Kg, DPRD Diminta Turun Tangan

by Redaksi TM
Februari 27, 2026
0

Bursel, TM – Warga dan nelayan di Desa Lena, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), mengeluhkan tingginya retribusi penimbangan hasil...

Next Post
Dies Natalis FST Unpatti ke-27

Dies Natalis ke-27, Fakultas Sains Unpatti Resmikan Identitas Baru

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kantor Bank Maluku-Maluku Utara

SPPD Direksi Bank Maluku tak Wajar, Juga Fiktif, RUMMI Desak Polda Maluku Selidiki Kasusnya

April 10, 2025
Gafur Retob

Diingatkan Jangan Main Pindahkan Pedagang, LBH Muhammadiyah: Pemkot Ambon Siapkan Dulu Alternatifnya

April 15, 2025
Saleh Souwakil, Pengurus IMM Maluku

Kejaksaan Tinggi Diminta Usut Proyek Renovasi Rumah Jabatan Gubernur Maluku

Maret 9, 2025
Dialog Pemuda Muhammadiyah Maluku

Krisis Sampah di Ambon Makin Parah, Ketua KNPI Maluku:Cocok Dijuluki Ambon Badaki

April 12, 2025
LBH Fakultas Hukum Unpatti Raih Akreditasi B, Perkuat Komitmen Layanan Hukum Berkualitas

LBH Fakultas Hukum Unpatti Raih Akreditasi B, Perkuat Komitmen Layanan Hukum Berkualitas

0
Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar, Angkat Isu Perikanan dan Bahasa Inggris

Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar, Angkat Isu Perikanan dan Bahasa Inggris

0
Freddy Leiwakabessy, Rektor Unpatti

59 Peserta Ikuti Diklatsar Menwa Universitas Pattimura di Rindam XV Pattimura

0
Unpatti Gelar Seminar Eksplorasi Minyak dan Gas di Maluku

Unpatti Gelar Seminar Eksplorasi Minyak dan Gas di Maluku

0
Pemkab SBT Mulai Bayar Gaji 3.132 PPPK Paruh Waktu, Tiga Bulan Dicairkan Jelang Lebaran

Pemkab SBT Mulai Bayar Gaji 3.132 PPPK Paruh Waktu, Tiga Bulan Dicairkan Jelang Lebaran

Maret 13, 2026
Warga berbondong-bondong membeli sembako di Pasar murah yang disediakan Disperindag Kabupaten Malra.

Disperindag Malra Gelar Pasar Murah di Ohoi Wakol Jelang Idulfitri, Warga Antusias Serbu Bahan Pokok

Maret 13, 2026
Pemkab Aru Mulai Renovasi RSUD Cendrawasih Dobo, Serah Terima Lahan Tandai Proyek PHTC Batch 3

Pemkab Aru Mulai Renovasi RSUD Cendrawasih Dobo, Serah Terima Lahan Tandai Proyek PHTC Batch 3

Maret 13, 2026
Bupati MBD, Benyamin Noach

Pemkab MBD dan BPJS Ketenagakerjaan Evaluasi UCJ, Santunan JKK Rp70 Juta Diserahkan ke Ahli Waris

Maret 13, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2024 Akurat, Terpercaya dan Berimbang

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

© 2024 Akurat, Terpercaya dan Berimbang