Dobo, TM — Kenaikan tarif kontainer di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, memicu kepanikan di kalangan pelaku usaha. Lonjakan biaya logistik tersebut dinilai berdampak langsung terhadap harga barang di pasaran.
Sejumlah pelaku usaha mengaku terkejut dengan kenaikan tarif kontainer yang dinilai cukup drastis. Kondisi ini membuat mereka kesulitan menyesuaikan biaya operasional, terutama untuk distribusi barang kebutuhan pokok.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengatakan kenaikan tarif kontainer merupakan dampak dari kebijakan nasional, khususnya terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kenaikan harga BBM berpengaruh langsung pada biaya transportasi dan distribusi barang. Ini menjadi faktor utama yang tidak bisa dihindari,” ujarnya saat meninjau Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Selasa (21/4/2026).
Menurut Kaidel, kenaikan biaya bahan bakar membuat perusahaan pelayaran menyesuaikan tarif pengangkutan kontainer, sehingga berdampak berantai pada harga barang di tingkat konsumen.

Selain persoalan tarif, ia juga menyoroti penumpukan kontainer di area pelabuhan. Pemerintah daerah meminta pihak syahbandar untuk memperketat pengawasan terhadap arus keluar masuk kontainer.
“Penumpukan kontainer harus dibatasi maksimal lima hari. Jika melebihi batas waktu, akan dikenakan denda kepada pelaku usaha,” tegasnya.
Kebijakan tersebut, lanjut Kaidel, merupakan bagian dari komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pihak pelabuhan untuk menjaga kelancaran distribusi barang.
Meski demikian, pelaku usaha berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk menekan biaya logistik agar tidak terus membebani aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.(gafar bahta)
















