Namrole, TM — Penyidik Polres Seram Bagian Timur menyerahkan dua tersangka beserta barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Administratif Ainena ke Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, Senin (5/1/2026). Penyerahan dilakukan dalam tahap II di Kantor Kejari SBT.
Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial MAK selaku Penjabat Kepala Desa Administratif Ainena dan ESK selaku Bendahara Desa Ainena. Keduanya diduga terlibat dalam penyalahgunaan DD dan ADD Tahun Anggaran 2021 hingga 2023.
Berdasarkan hasil penyidikan, Desa Ainena mengelola total anggaran DD dan ADD sebesar Rp3,15 miliar selama periode tersebut. Namun, hasil audit Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur menemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.162.403.513.

Rincian kerugian negara meliputi tahun 2021 sebesar Rp303.084.673, tahun 2022 sebesar Rp484.905.465, dan tahun 2023 sebesar Rp374.413.375.
Dalam perkara ini, tersangka MAK diduga mengelola keuangan desa bersama tersangka ESK, namun dana yang telah dicairkan tidak sepenuhnya digunakan sesuai peruntukan.

Sebagian dana diduga digunakan untuk berfoya-foya dan kepentingan pribadi serta pengeluaran yang tidak disertai laporan pertanggungjawaban resmi.
Perbuatan para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Dalam proses tahap II, penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti, di antaranya puluhan dokumen keuangan desa, uang tunai ratusan juta rupiah, satu unit sepeda motor, serta dokumen kendaraan bermotor yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa.
Kedua tersangka diterima oleh Plt Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari SBT, Junita Sahetapy, S.H., M.H., dalam kondisi sehat dengan barang bukti dinyatakan lengkap. Selanjutnya, jaksa penuntut umum akan
mempersiapkan pelimpahan perkara ke pengadilan.(TM-02)
















