AMBON, TM— Universitas Pattimura (Unpatti) resmi meluncurkan Badan Usaha Bisnis Akademik dan Nonakademik (BUBANA) sebagai upaya memperkuat kemandirian keuangan perguruan tinggi.
Peluncuran tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, dalam rangkaian Rapat Kerja Pimpinan 2026 yang berlangsung di kampus Unpatti, Ambon, Kamis (9/4/2026).
Usai launching, Fredy kepada Wartawan menjelaskan, pembentukan BUBANA merupakan bagian dari konsekuensi status perguruan tinggi sebagai Badan Layanan Umum (BLU), yang memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, termasuk pengembangan unit usaha.
“Perguruan tinggi saat ini didorong untuk tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara mandiri melalui berbagai usaha, baik akademik maupun nonakademik,” ujarnya.

Menurut dia, dalam skema BLU, terdapat beberapa tingkatan pengelolaan keuangan perguruan tinggi, mulai dari satuan kerja hingga badan layanan umum yang memiliki kewenangan lebih luas dalam mengelola anggaran.
Ia mengungkapkan, Unpatti ditargetkan mampu menghasilkan pendapatan sekitar 35 persen dari total anggaran melalui sumber di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dengan total anggaran sekitar Rp 177 miliar, maka perguruan tinggi ini dituntut untuk mencari tambahan pendapatan sekitar Rp 50 miliar dari sektor non-UKT.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk mengembangkan unit usaha secara profesional dan berkelanjutan,” kata Fredy.
Ia menambahkan, pengembangan unit usaha sebenarnya telah dimulai sejak 2018, seiring dengan penetapan Unpatti sebagai BLU. Namun, melalui pembentukan BUPANA, pengelolaan usaha diharapkan menjadi lebih terintegrasi dan optimal.
Ke depan, BUBANA akan mengelola berbagai potensi usaha yang dimiliki universitas, baik melalui kerja sama dengan dunia industri, sektor swasta, pemerintah, maupun mitra internasional.
Selain itu, unit ini juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, termasuk riset dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional dan global.
“Harapannya, BUBANA tidak hanya membantu peningkatan pendapatan, tetapi juga mempercepat transformasi Unpatti menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak,” ujar Fredy.
Dalam kesempatan yang sama, pengelola BUBANA dijadwalkan memaparkan secara rinci mekanisme kerja dan rencana pengembangan unit usaha ke depan sebagai bagian dari strategi besar penguatan kelembagaan Unpatti. (TM-02)
















