AMBON, TM— Ketua Senat Universitas Pattimura, Tonny Pariela, untuk pertama kalinya membuka secara resmi wisuda periode April 2026 yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integrasi antara spiritualitas dan intelektualitas sebagai dasar pembentukan karakter lulusan.
Menurut Tonny, motto Unpatti yang berlandaskan nilai empati menjadi fondasi spiritualitas yang harus menjiwai seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.
Nilai tersebut, kata dia, mencerminkan semangat untuk terus berkembang dan membentuk cara berpikir serta bertindak.

“Spiritualitas ini harus menjadi karakter kepribadian insan Unpatti. Namun, hal itu tidak cukup jika tidak disertai dengan orientasi intelektual,” ujarnya.
Ia menjelaskan, orientasi intelektual Unpatti yang dikenal dengan pengembangan berbasis kelautan menjadi ciri khas utama dalam seluruh disiplin ilmu yang dikembangkan. Konsep tersebut dinilai memiliki kekuatan strategis dalam konteks sosial, ekonomi, politik, hingga akademik di berbagai level.
Tonny menyebut keterpaduan antara motto empati dan orientasi kelautan sebagai konsep monokomplementalisme, yakni dua pandangan yang menyatu dan saling melengkapi sebagai ideologi Unpatti.
“Ini menjadi dasar pembentukan kepribadian utuh, baik secara spiritual maupun intelektual,” katanya.
Ia menambahkan, konsep tersebut relevan dengan tema Dies Natalis ke-63 Unpatti yang menekankan pentingnya melahirkan talenta unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, sumber daya manusia unggul harus memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual dan kapasitas intelektual.
Dalam konteks itu, ia menekankan tiga kapasitas penting yang harus dimiliki lulusan Unpatti, yakni kemampuan menghadapi tekanan (coping capacity), kemampuan beradaptasi terhadap perubahan (adaptive capacity), serta kemampuan bertransformasi secara kreatif (transformative capacity).(TM-01)
















