AMBON, TM — Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, mewisuda sebanyak 1.298 lulusan pada periode April 2026 yang bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-63 kampus tersebut.
Dalam sambutannya, Fredy merinci jumlah lulusan yang terdiri dari 845 sarjana (S1) yang terdiri dari Fakultas Hukum (83), Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (88), keguruan dan Ilmu Pendidiakn (211), ekonomi dan bisnis (145), Pertanian (68), Perikanan dan Ilmu Kelautan (37), Teknik (69), Sains dan Teknologi (54), Kedokteran (25), PSDKU Aru (29), PSDKU MBD (36).
Selain itu, 373 lulusan profesi yang terdiri dari Keguruan dan Ilmu Pendidikan (302), Kedokteran (71), dan 75 Magister, serta 5 Doktor. Rata-rata lama studi tercatat 3,6 tahun dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,35.
“Gelar akademik yang disematkan hari ini adalah awal dari proses belajar yang sesungguhnya di tengah masyarakat,” ujar Fredy dalam kegiatan yang berlangsung di Audiotorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4).
Ia juga menyoroti capaian mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, di mana 32 lulusan berasal dari program tersebut dan sebagian besar berhasil meraih predikat cumlaude.

Fredy juga menegaskan arah pengembangan Unpatti yang berpijak pada karakteristik wilayah kepulauan melalui konsep Bina Mulia Kelautan sebagai pola ilmiah pokok kampus.
“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi generik. Kita harus menjadi universitas yang berakar pada realitas kepulauan dan memberi solusi bagi bangsa maritim,” katanya.
Menurut dia, keunggulan Unpatti terletak pada bidang maritim, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, hingga sosial budaya kawasan timur Indonesia.
Fredy juga mengungkapkan bahwa Unpatti terus menunjukkan perkembangan positif, di antaranya peningkatan jumlah dosen bergelar doktor yang saat ini mencapai 35,28 persen, serta peningkatan signifikan jumlah program studi berakreditasi unggul dari 6 menjadi 16 dalam dua tahun terakhir.
Selain itu, Unpatti telah membangun 59 kerja sama internasional dan ratusan kerja sama nasional lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga swasta.
Dalam aspek tata kelola, ia menyebut capaian kinerja anggaran mencapai lebih dari 96 persen dan nilai kinerja institusi berada pada kategori sangat baik.
Namun demikian, Fredy mengakui masih terdapat tantangan, terutama pada tingkat serapan lulusan ke dunia kerja yang baru mencapai sekitar 21,82 persen, di bawah target 60 persen.
“Ini menjadi peringatan sekaligus dorongan bagi kita untuk bekerja lebih keras meningkatkan kesiapan lulusan,” ujarnya.
Ia menegaskan empat fokus utama pengembangan Unpatti ke depan, yakni peningkatan keunggulan akademik, penguatan reputasi internasional, kemandirian pendanaan, serta tata kelola yang berintegritas.
Dalam kesempatan itu, Fredy juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat dan legislatif untuk mendukung transformasi Unpatti menjadi perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH) pada 2027.
Untuk diketahui, acara itu juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno yang akan memberikan kuliah umum kepada para wisudawan. Juga hadir, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, Kabid Humas Polda Maluku dan Forkopimda Provinsi Makuku lainnya. (TM-02)
















