Malra, TM – Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menyerahkan proposal pembangunan dan pengembangan sejumlah pelabuhan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut RI, Muhamad Masyhud, dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting, bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam mendorong penguatan konektivitas antarwilayah kepulauan.
Dalam paparannya, Hanubun menegaskan bahwa karakter wilayah Maluku Tenggara, sebagai daerah kepulauan menjadikan sektor transportasi laut sangat strategis.
“Kabupaten Maluku Tenggara merupakan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, sehingga sektor perhubungan laut memegang peranan penting untuk menghubungkan seluruh gugusan pulau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Maluku Tenggara memiliki Pelabuhan Pengumpan Regional di Elat, Kei Besar, serta pelabuhan rakyat di Watdek, Langgur, dan sejumlah jambatan perahu yang melayani konektivitas antar desa.
Dalam proposal tersebut, Pemkab Malra mengusulkan pengembangan Pelabuhan Banda Ely sebagai salah satu prioritas. Wilayah tersebut dinilai memiliki posisi strategis, namun aksesibilitasnya masih terbatas.
Menurut Hanubun, masyarakat masih harus menempuh jalur darat dari Elat dengan biaya yang cukup tinggi, yakni berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per orang.
Selain Banda Ely, pemerintah daerah juga mengusulkan pengembangan Pelabuhan Elat serta pembangunan Pelabuhan Uf-Maar Danar.
Hanubun menilai, pembangunan dan pengembangan pelabuhan tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian.
“Ke depan, pembangunan Pelabuhan Uf-Maar Danar diharapkan menjadi pintu masuk pariwisata dan dikembangkan menuju pelabuhan kontainer, sehingga produk unggulan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.(TM-03)
















